Apakah Anda termasuk salah satu masyarakat yang lebih memilih menyimpan emas batangan atau perhiasan di dalam brankas rumah dibandingkan menaruhnya di lembaga keuangan? Kebiasaan menyimpan aset secara mandiri ini ternyata sangat umum dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Fenomena mengenai 1.800 Ton Emas Warga RI di Bawah Bantal, Nilainya Rp 4.483 Triliun kini menjadi perhatian serius pemerintah yang ingin mengintegrasikan aset tersebut ke dalam sistem keuangan resmi.
Mengapa jumlah emas yang disimpan masyarakat di luar sistem keuangan bisa sangat besar dan dari mana data ini diperoleh?
Informasi mengenai kepemilikan emas ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Beliau memaparkan data tersebut saat menghadiri acara peluncuran Indonesia Bullion Market Association yang berlangsung di Monas Grand Ballroom BSI Tower, Jakarta, pada hari Kamis, 20 Agustus 2026. Menurut penjelasan pemerintah, istilah disimpan di bawah bantal merujuk pada emas fisik yang disimpan secara mandiri oleh masyarakat dan belum masuk ke dalam sistem sirkulasi lembaga keuangan formal.
Berapa nilai total dari emas yang disimpan secara mandiri oleh warga Indonesia tersebut?
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Emas seberat 1.800 ton yang berada di luar sistem perbankan dan lembaga keuangan formal tersebut diperkirakan bernilai sekitar US$ 252 miliar. Jika dikonversi ke dalam mata uang nasional, nilai investasi emas fisik tersebut setara dengan Rp 4.483,02 triliun. Jumlah ini mencerminkan potensi likuiditas dan kekayaan riil yang sangat besar yang saat ini belum termanfaatkan secara maksimal dalam roda perekonomian formal negara.
Bagaimana posisi simpanan emas Indonesia dibandingkan dengan cadangan emas negara-negara besar di dunia?
Sebagai perbandingan global, Amerika Serikat saat ini tercatat memegang stok emas sebesar 8.133 ton, sementara China memiliki cadangan emas sebanyak 2.331 ton. Apabila emas milik masyarakat Indonesia yang sebesar 1.800 ton tersebut berhasil masuk dan tercatat di dalam sistem keuangan nasional, maka posisi stok emas Indonesia akan langsung berada di peringkat atas global, tepat di bawah Amerika Serikat dan China.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Apa langkah nyata yang sedang dipersiapkan untuk merespons potensi emas yang melimpah ini?
Pemerintah berupaya memfasilitasi integrasi aset emas ini melalui pembentukan Indonesia Bullion Market Association yang baru saja diluncurkan pada 20 Agustus 2026. Asosiasi ini diharapkan dapat membangun ekosistem pasar emas yang terstruktur. Meski demikian, keberhasilan penyerapan emas dari bawah bantal ini ke dalam sistem formal masih sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat serta kesediaan mereka untuk memindahkan penyimpanan emas pribadi ke platform keuangan resmi yang disediakan.






