Saham apa saja yang sebenarnya menjadi incaran pemodal internasional saat pasar saham domestik kembali bergairah? Pertanyaan ini kerap muncul di kalangan pelaku pasar ketika melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang fluktuatif. Pada perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026, IHSG terpantau melesat setelah sempat mengalami koreksi tajam pada hari sebelumnya. Hingga jeda makan siang pukul 12.00 WIB, indeks bertengger di level 6.330,56 atau mengalami apresiasi sebesar 1,00 persen dibandingkan dengan penutupan hari kemarin.
Aktivitas perdagangan pada sesi pertama tersebut berlangsung cukup semarak. Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai Rp7,92 triliun. Volume perdagangan menyentuh angka 19,43 miliar lembar saham yang tersebar dalam 1,18 juta kali transaksi. Dari seluruh saham yang ditransaksikan, sebanyak 449 saham mencatatkan penguatan, 171 saham melemah, dan 170 saham bergerak stagnan. Beberapa emiten yang paling ramai ditransaksikan sepanjang pagi hari itu meliputi CUAN, BBCA, BUMI, PTRO, dan BMRI.
Di tengah momentum penguatan indeks ini, pelaku pasar menyoroti pergerakan modal luar negeri. Aksi beli bersih asing yang mencapai lebih dari Rp326 miliar saat IHSG melompat menjadi perhatian utama. Data dari Stockbit Sekuritas menunjukkan bahwa investor asing membukukan aksi beli bersih sebesar Rp326,91 miliar di seluruh pasar pada sesi pertama. Secara terperinci, total nilai transaksi asing mencapai Rp4,99 triliun, yang terdiri dari aksi beli sebesar Rp2,66 triliun dan aksi jual senilai Rp2,33 triliun.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Lantas, saham-saham apa saja yang paling banyak dikoleksi oleh investor asing pada momen tersebut? PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menempati urutan pertama dengan nilai beli bersih asing terbesar, yakni mencapai Rp236,76 miliar. Posisi berikutnya ditempati oleh PT Petrosea Tbk. (PTRO) dengan net buy senilai Rp88,02 miliar, disusul oleh PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) sebesar Rp82,22 miliar. Emiten lain yang juga banyak diborong adalah PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) senilai Rp79,12 miliar dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) sebesar Rp60,20 miliar. Selain itu, asing juga mengoleksi saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) senilai Rp35,93 miliar, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) sebesar Rp34,42 miliar, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) senilai Rp24,55 miliar.
Meskipun banyak saham yang diborong, ada pula beberapa saham berkapitalisasi besar yang justru dilepas oleh asing. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan aksi jual bersih asing terbesar dengan nilai Rp118,37 miliar. Langkah serupa juga terjadi pada saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang dilepas sebesar Rp65,98 miliar, disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) senilai Rp27,99 miliar. Emiten lain seperti PT United Tractors Tbk. (UNTR), PT Indosat Tbk. (ISAT), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk. (MDKA) juga tidak luput dari aksi jual bersih asing dengan nilai masing-masing Rp19,44 miliar, Rp16,71 miliar, dan Rp15,77 miliar.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Perlu diingat oleh para investor bahwa pergerakan pasar saham ke depan masih dibayangi oleh berbagai sentimen global. Pelaku pasar saat ini tengah menanti rilis data inflasi Amerika Serikat untuk periode Juli yang dijadwalkan keluar pada malam hari, serta pengumuman MSCI August 2026 Index Review. Faktor-faktor eksternal ini berpotensi memengaruhi bobot saham Indonesia dan arus dana asing ke depan. Oleh karena itu, data transaksi harian ini sebaiknya digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan analisis, bukan sebagai jaminan keuntungan mutlak dalam berinvestasi.






