Kejadian tragis menimpa seorang pengemudi travel asal Toraja, Aris Sanda alias Tasya, yang tewas ditembak kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Korban diidentifikasi menjadi sasaran aksi kekerasan bersenjata oleh OPM Kodap II Ndugama saat tengah bekerja membawa logistik dan melayani transportasi masyarakat menuju wilayah pedalaman.
Peristiwa pencegatan tersebut terjadi di jalur Trans Wamena-Nduga pada Selasa (15/9). Kendaraan yang dikemudikan korban dicegat di tengah jalan oleh kelompok bersenjata saat sedang mengangkut penumpang. Para penumpang kemudian diperintahkan oleh para pelaku untuk memutar arah kembali menuju Wamena, sedangkan Aris Sanda disandera dan dibawa menuju kawasan Danau Habema.
Korban Dipaksa Memegang Bendera dan Ditembak
Selama disandera, korban mengalami intimidasi dengan ditodong senjata api laras panjang tepat ke arah kepalanya. Dalam rekaman video yang beredar, Aris Sanda dipaksa memegang bendera Bintang Kejora sembari menyampaikan pernyataan verbal terkait kemerdekaan Papua di hadapan kamera.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Setelah tindakan kekerasan dan intimidasi tersebut, OPM Kodap II Ndugama menembak korban hingga tewas. Tidak hanya menghabisi nyawa Aris Sanda, pelaku juga membakar kendaraan operasional yang digunakan korban dalam melayani rute pedalaman tersebut.
Penemuan dan Proses Evakuasi ke RSUD Wamena
Aparat gabungan TNI dan Polri segera bergerak menuju lokasi kejadian di sekitar Danau Habema, Kabupaten Jayawijaya. Petugas tiba di lokasi penemuan jasad korban pada Rabu (16/9) sekitar pukul 13.15 WIT. Tim menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi hangus terbakar dengan jenazah korban berada di dalamnya.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Jenazah Aris Sanda kemudian dievakuasi dari kawasan Danau Habema menuju RSUD Wamena dan tiba sekitar pukul 15.25 WIT sore. Setibanya di fasilitas kesehatan, tim medis langsung melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban guna mengidentifikasi kondisi medis serta memastikan sebab dan mekanisme kematian sebelum jenazah diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga.






