Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur berdampak langsung terhadap keselamatan satwa liar. Sebanyak 11 orang utan harus dievakuasi dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), sementara seekor tenggiling ditemukan mengalami luka bakar serius di Kabupaten Berau.
Evakuasi terhadap 11 individu orang utan dilakukan dari sekolah hutan Jejak Pulang yang berlokasi di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. Langkah pengamanan ini diambil menyusul ancaman api karhutla yang mendekati area rehabilitasi tersebut.
Head of Orangutan Care Jejak Pulang, Siti Nur Badriyah, menjelaskan bahwa seluruh orang utan yang dievakuasi berada dalam kondisi kesehatan yang baik. Kendati demikian, satwa-satwa tersebut mulai memperlihatkan tanda-tanda kebosanan setelah dua hari berada di dalam kandang evakuasi sementara.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Keterbatasan fasilitas kandang membuat ruang gerak serta aktivitas harian mereka terbatas. Tim pendamping satwa tetap mengupayakan pemberian stimulasi secara berkala, meski fasilitas sementara tersebut tidak dapat menggantikan stimulasi alami di lingkungan hutan. Hingga saat ini, ke-11 orang utan tersebut belum dapat dikembalikan ke sekolah hutan karena tim masih harus memastikan lokasi rehabilitasi telah benar-benar aman dari potensi kebakaran lanjutan.
Tenggiling Terluka Parah di Berau
Dampak karhutla terhadap satwa liar juga terjadi di Kampung Merasa, Kabupaten Berau. Seekor tenggiling ditemukan terjebak di tengah kebakaran lahan yang melanda kawasan tersebut.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Founder Conservation Action Network (CAN) Borneo, Paulinus Kristanto, menyampaikan bahwa satwa dilindungi tersebut ditemukan pada Rabu (2/9) sekitar pukul 21.00 Wita. Saat proses pemadaman dilakukan, tenggiling ditemukan sedang bersembunyi di dalam batang kayu yang terbakar.
Menurut Paulinus, terdapat sekitar delapan titik api yang tersebar di wilayah administrasi Kampung Merasa selama proses pemadaman. Akibat paparan api, tenggiling tersebut mengalami luka parah pada dua kaki bagian belakang hingga tulangnya terlihat, serta mengalami luka bakar di bagian ekor. Satwa tersebut saat ini masih mendapatkan perawatan medis secara intensif untuk menangani cedera yang dialaminya.






