Upaya pencarian terhadap kapal yang mengangkut lima jurnalis dan tiga kru di sekitar Anak Krakatau masih terus berlangsung. Hingga saat ini, keberadaan kapal maupun seluruh penumpang yang sedang melakukan kegiatan peliputan tersebut belum berhasil ditemukan.
Untuk memperluas jangkauan pemantauan di laut, sebanyak 130 nelayan di Pulau Sebesi, Lampung Selatan, kini turut dikerahkan guna membantu operasi pencarian. Keterlibatan warga pesisir ini diharapkan dapat membantu tim SAR dalam menemukan keberadaan kapal motor cepat tersebut.
Keterlibatan Kelompok Nelayan Desa Tejang
Kepala Desa Tejang, Syamsiar, menyampaikan bahwa di wilayahnya terdapat 13 kelompok nelayan dengan jumlah anggota mencapai sekitar 130 orang. Pihak desa telah meneruskan informasi dan arahan pencarian secara merata hingga ke tingkat rukun tetangga.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Informasi tersebut telah dibagikan ke grup-grup percakapan kelompok nelayan serta disampaikan langsung kepada para ketua RT dan kepala dusun. Nelayan yang beraktivitas di laut diminta untuk ikut memantau situasi perairan di sela-sela kegiatan harian mereka.
Para nelayan diimbau untuk membantu tim SAR mencari keberadaan speedboat tersebut sembari mencari ikan. Apabila para nelayan melihat tanda-tanda keberadaan kapal atau menemukan benda serta situasi yang mencurigakan di tengah laut, mereka diminta segera melaporkannya kepada pihak terkait.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pengecekan Titik Koordinat Sinyal
Sebelum pengerahan para nelayan, aparat pemerintah desa setempat sempat menerima informasi awal terkait deteksi sinyal telepon seluler di perairan sekitar Pulau Sebesi. Data titik koordinat sinyal tersebut diperoleh pihak desa melalui Bhabinkamtibmas.
Menindaklanjuti data tersebut, pengecekan langsung telah dilakukan ke lokasi koordinat yang dilaporkan. Namun, penelusuran di titik koordinat sinyal seluler tersebut belum membuahkan hasil dan dinyatakan nihil. Oleh karena itu, bantuan dari para nelayan lokal yang mengenali wilayah perairan setempat terus dioptimalkan guna mempercepat penemuan kapal beserta seluruh jurnalis dan kru.






