Polda Metro Jaya bersama unsur TNI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan skema pengamanan terpadu jelang duel Persija Jakarta melawan Persib Bandung. Sebanyak 17.800 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Sabtu (12/9).
Kesiapan belasan ribu aparat gabungan tersebut diumumkan langsung oleh Wakapolda Metro Jaya Irjen Dekananto Eko Purwono saat memimpin Apel Siaga Jakarta bersama suporter The Jakmania di kawasan GBK, Jumat (11/9/2026). Penyiagaan personel dalam jumlah besar ini ditujukan untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan sepanjang agenda pertandingan berlangsung.
Penyekatan Jalur Masuk di Tiga Titik Perbatasan
Berbeda dengan pengamanan laga biasa yang umumnya bertumpu di sekitar kompleks olahraga, operasi kali ini memperluas perimeter pengawasan hingga ke pintu masuk wilayah ibu kota. Polisi mendirikan pos penyekatan di tiga wilayah utama, yakni Tangerang Kota, Karawang, dan Bogor.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Ketiga titik tersebut dipetakan sebagai jalur perbatasan strategis yang menjadi akses mobilitas utama menuju Jakarta. Dalam menjalankan penyekatan preventif ini, Polda Metro Jaya berkoordinasi langsung dengan jajaran Polda Jawa Barat dan Polda Banten guna menahan rombongan suporter tim tamu agar tidak bergerak ke Jakarta.
Dekananto menjelaskan bahwa seluruh rangkaian prosedur pengamanan ini mengacu pada izin keramaian yang diterbitkan oleh Mabes Polri berdasarkan rekomendasi Polda Metro Jaya.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Penegakan Larangan Kehadiran Suporter Tamu
Pihak kepolisian menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi FIFA terkait larangan kehadiran pendukung tim tamu demi menjaga situasi tetap kondusif. Berdasarkan aturan tersebut, suporter Persib dilarang keras hadir secara langsung di SUGBK.
Kebijakan ini bersifat timbal balik. Wakapolda menegaskan bahwa pembatasan serupa akan diterapkan saat Persija melakoni laga tandang ke Bandung, di mana pendukung The Jakmania nantinya juga tidak diperbolehkan hadir di stadion lawan.






