Sebanyak 18.504 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan aksi penyampaian pendapat yang berlangsung di sejumlah titik wilayah Jakarta Pusat. Penjagaan terpusat ini telah dilaksanakan sejak pukul 07.00 WIB guna memastikan seluruh kegiatan publik berjalan tertib.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung menyampaikan bahwa skema pengamanan aparat dibagi ke dalam enam zona strategis di sekitar pusat kegiatan dan gedung parlemen.
Pembagian 6 Zona Pengamanan
Penempatan kekuatan personel difokuskan pada titik-titik krusial yang saling terhubung di kawasan Jakarta Pusat:
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

- Zona 1: Meliputi area utama kawasan Ring 1 DPR/MPR RI.
- Zona 2: Membentang dari kompleks parlemen DPR/MPR RI hingga Fly Over Semanggi.
- Zona 3: Menjangkau Pintu Escape SPARK, TVRI, traffic light Hotel Mulia, serta traffic light Asia Afrika.
- Zona 4: Terpusat di kawasan Gerbang Pancasila.
- Zona 5: Mengamankan area Pos Polisi Palmerah, Stasiun Palmerah, Masjid DPR, hingga Gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).
- Zona 6: Mencakup kawasan Gedung BPK RI, Lorong Warga, dan Ladokgi Atas.
Selain enam zona utama tersebut, aparat juga disiagakan di area Bundaran HI dan Dukuh Atas untuk memantau serta mengantisipasi pergerakan massa yang berpotensi memengaruhi kelancaran lalu lintas di koridor protokol.
Pendekatan Humanis dan Penanganan Lalu Lintas
Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, personel kepolisian dipastikan tidak dibekali senjata api maupun senjata tajam. Langkah ini diambil sebagai komitmen institusi kepolisian dalam mengedepankan pendekatan yang persuasif serta humanis kepada massa aksi.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Terkait mobilitas masyarakat, skema rekayasa arus lalu lintas disiapkan secara situasional. Pengalihan rute kendaraan baru akan diterapkan di lapangan apabila terjadi kepadatan volume kendaraan yang signifikan atau penutupan ruas jalan oleh massa aksi.






