Penanganan dampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini turut difokuskan pada pemulihan sektor pendidikan. Di tengah kondisi sekitar 185 ribu warga masih mengungsi akibat gempa NTT, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan penanganan sarana dan prasarana satuan pendidikan yang rusak memperoleh perhatian utama.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan bantuan dana tunai sebesar Rp 860 juta dalam bentuk voucer bagi 61 sekolah terdampak. Dukungan ini dialokasikan untuk mempercepat penanganan darurat fasilitas belajar mengajar di lokasi bencana.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Selain alokasi dana operasional, bantuan logistik penunjang kegiatan belajar juga telah didistribusikan. Paket logistik tersebut mencakup 9.400 buku nonteks, 495 school kit, 30 family kit, 1.000 kaus, serta 1.650 paket kebutuhan dasar lainnya bagi warga satuan pendidikan yang terdampak.
Pemerintah saat ini terus melakukan pendataan lapangan untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan dan memetakan kebutuhan riil setiap sekolah. Sekolah-sekolah yang terdampak kerusakan fisik diprioritaskan memperoleh program revitalisasi pada tahun 2026.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pelaksanaan pembangunan fisik gedung sekolah akan dilakukan setelah seluruh rangkaian administrasi selesai. Pengerjaan baru dapat dimulai sesudah proses verifikasi, validasi data, serta penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) tuntas disepakati.






