Sekitar 2,3 juta pelaku usaha ultramikro tercatat berhasil naik kelas ke segmen mikro per Juni 2026. Keberhasilan graduasi debitur ini ditopang oleh perluasan akses permodalan terintegrasi dalam Holding Ultra Mikro (UMi), yang kini telah melayani sekitar 33,8 juta nasabah pinjaman dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan di seluruh Indonesia.
Memasuki tahun kelima sejak didirikan pada September 2021, integrasi tiga entitas BUMN鈥擯T Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM)鈥攎encatatkan lonjakan kinerja operasional serta keuangan yang signifikan. BRI sendiri tercatat menaungi 10 entitas anak perusahaan hingga Juni 2026 yang bergerak di beragam sektor, mulai dari pembiayaan ultramikro, perbankan digital, asuransi, hingga pasar modal dan pengembangan bisnis global.
Lonjakan Aset dan Ekosistem Emas Pegadaian
Dalam rentang waktu 2021 hingga Juni 2026, total aset Pegadaian tumbuh lebih dari dua kali lipat hingga menyentuh Rp185,8 triliun. Penyaluran pembiayaan perseroan juga meningkat hampir tiga kali lipat mencapai Rp155,1 triliun, seiring dengan bertambahnya jumlah nasabah yang dilayani dari 6,6 juta menjadi 9 juta debitur.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Pertumbuhan tersebut didorong oleh penguatan layanan komprehensif berbasis komoditas emas. Portofolio emas Pegadaian mencakup: - Saldo tabungan emas sebesar 20,2 ton dengan valuasi menembus lebih dari Rp48 triliun. - Outstanding pembiayaan gadai emas yang mencapai kisaran 114 ton. - Omzet program cicil emas sebanyak 5,3 ton dengan nilai mendekati Rp13 triliun. - Volume perdagangan (trading) emas sebesar 9,5 ton serta jasa titipan emas sekitar 3,7 ton. - Simpanan deposito emas sebesar 2.229 kilogram dan pembiayaan modal kerja emas sebanyak 220 kilogram.
Pertumbuhan Penyaluran Modal Kerja PNM
PNM juga membukukan ekspansi yang stabil dalam menyalurkan pembiayaan produktif kepada pelaku usaha skala ultra mikro. Total aset PNM per Juni 2026 mencapai Rp57,4 triliun, naik dari posisi Rp43,7 triliun pada 2021.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Realisasi penyaluran pinjaman yang digelontorkan PNM meningkat signifikan menjadi Rp51,4 triliun, dibandingkan angka Rp34,5 triliun pada periode awal pembentukan holding. Di sisi jangkauan penerima manfaat, basis debitur PNM meluas dari 11,2 juta nasabah pada 2021 menjadi 12,4 juta debitur pada pertengahan 2026.






