Tujuh mahasiswi asal Bukittinggi, Sumatera Barat, akhirnya dapat melanjutkan perjalanan pulang melalui jalur darat setelah sempat tertahan akibat penipuan pembelian tiket bus fiktif di media sosial TikTok. Para korban yang mengalami kerugian Rp5,8 juta tersebut dipulangkan melalui Terminal Kalideres usai dibantu oleh jajaran Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta.
Peristiwa bermula saat penerbangan rombongan mahasiswi tersebut menuju Padang tertunda akibat penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (7/9). Gangguan penerbangan terjadi menyusul sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang dinilai membahayakan keselamatan rute udara.
Tergiur Penawaran Tiket Jalur Darat di Media Sosial
Menghadapi pembatalan jadwal terbang, para mahasiswi tersebut berinisiatif mencari alternatif transportasi darat agar bisa segera tiba di kampung halaman. Mereka menemukan sebuah akun TikTok yang menawarkan pemesanan tiket bus antarkota antarprovinsi rute Jakarta鈥揚adang.
Komunikasi kemudian berlanjut melalui aplikasi pesan instan WhatsApp. Terduga pelaku meyakinkan korban hingga mereka bersedia mentransfer dana sebesar Rp5,8 juta sebagai biaya pemesanan tiket bagi seluruh anggota rombongan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Setelah transaksi transfer dana berhasil dilakukan, pihak penjual tiket mendadak tidak memberikan kejelasan mengenai jadwal maupun titik penjemputan bus. Pelaku lantas memutus kontak dengan memblokir nomor WhatsApp para mahasiswi tersebut.
Penanganan dan Bantuan Pemulangan Korban
Menyadari dirinya menjadi korban tindak pidana penipuan daring, ketujuh mahasiswi tersebut segera mendatangi Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk membuat laporan dan meminta perlindungan hukum kepada Satreskrim.
Mengingat waktu pelaporan sudah larut malam serta mempertimbangkan faktor keamanan, pihak kepolisian menginapkan ketujuh mahasiswi tersebut di Ruang Pelayanan Khusus (RPK) Polresta Bandara Soekarno-Hatta.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Selain memproses penyelidikan terhadap akun media sosial dan rekening penipu, Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta berinisiatif membelikan tiket bus resmi untuk memulangkan para korban ke Sumatera Barat.
Pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, personel kepolisian mengantarkan rombongan ke Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Ketujuh mahasiswi tersebut kemudian diberangkatkan menuju kampung halaman menggunakan armada bus PO Lampung Jaya.






