Aktivitas di SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, mendadak terhenti setelah 750 murid dan guru mengalami gejala diare massal secara serentak. Insiden gangguan pencernaan skala besar ini diduga kuat dipicu oleh konsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada warga sekolah.
Keluhan mual dan diare mulai dilaporkan secara masif sekitar pukul 09.00 WIB. Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan di 33 ruang kelas, rata-rata terdapat 20 hingga 31 orang per kelas yang terserang diare. Secara keseluruhan, korban terdampak mencapai 725 siswa dan 25 guru dari total 1.174 murid serta 95 tenaga pengajar di lingkungan sekolah tersebut.
Banyaknya warga sekolah yang mengalami sakit perut membuat fasilitas toilet sekolah tidak mampu menampung lonjakan pengguna. Mengingat situasi darurat ini, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan Puskesmas Lasem untuk penanganan medis awal dan berkonsultasi dengan pihak Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan. Kegiatan belajar mengajar (KBM) pun akhirnya dihentikan lebih cepat dan para murid dipulangkan ke rumah masing-masing.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Penelusuran Menu dan Waktu Pengolahan Makanan
Dugaan keracunan makanan mengarah pada menu MBG yang didistribusikan pada Rabu (2/9). Paket makanan tersebut terdiri dari ayam bakar, nasi putih, tempe mendoan, dan potongan semangka.
Juhartutik menerangkan bahwa saat pemeriksaan makanan awal oleh tim pencicip, sempat ditemukan bagian ayam bakar yang berlendir dan bagian tersebut langsung disisihkan. Berdasarkan hasil klarifikasi pihak sekolah kepada pihak penyedia (SPPG), makanan tersebut diketahui telah dimasak sejak pukul 03.00 WIB dini hari, sementara waktu santap para siswa baru berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB siang.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Penanganan Medis dan Respon DPRD
Kepala Puskesmas Lasem, dr. Joko Paryanto, mengonfirmasi dampak dari kejadian ini, di mana tiga orang siswa membutuhkan penanganan lebih lanjut hingga harus menjalani rawat inap di fasilitas kesehatan.
Insiden keracunan massal ini turut mendapat sorotan dari legislatif daerah. Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang, Muhammad Rofi'i, menyatakan telah menerima laporan resmi mengenai diare massal yang melanda SMAN 1 Lasem. Pihaknya menegaskan agar kejadian tersebut diusut tuntas guna memastikan standar higienitas dan keamanan penyediaan makanan sekolah ke depannya.






