Operasional delapan perjalanan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto sempat tertahan hingga hampir satu jam. Kebijakan Berhenti Luar Biasa (BLB) tersebut diambil sesaat setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu pada pukul 04.23 WIB.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto M. As'ad Habibuddin menyampaikan bahwa penghentian sementara tersebut merupakan standar operasional prosedur untuk menjamin keselamatan perjalanan. Begitu getaran gempa tercatat, petugas langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh pada kondisi jalur rel, jembatan, dan fasilitas persinyalan di seluruh wilayah kerja Daop 5.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Rincian Perjalanan KA yang Mengalami Keterlambatan
Penundaan keberangkatan dan perhentian darurat akibat pemeriksaan jalur bervariasi antara 20 menit hingga 59 menit, melingkupi empat kereta penumpang dan empat kereta angkutan logistik:
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

- KA 64B Manahan (Gambir–Solobalapan): tertahan 20 menit
- KA 258B Progo (Pasarsenen–Lempuyangan): tertahan 24 menit
- KA 274 Kahuripan (Kiaracondong–Blitar): tertahan 31 menit
- KA 288 Serayu (Pasarsenen–Purwokerto): tertahan 55 menit
- KA 2506 (Angkutan BBM): tertahan 59 menit
- KA 305 (Angkutan Retail): tertahan 39 menit
- KA 2711 (Angkutan Semen): tertahan 31 menit
- KA 2721 (Angkutan Semen): tertahan 32 menit
Setelah proses inspeksi selesai dilakukan di sepanjang lintas Daop 5 Purwokerto, seluruh prasarana perkeretaapian dipastikan aman dan tidak mengalami kerusakan struktural akibat gempa. Seluruh jalur dinyatakan laik operasi sehingga seluruh rangkaian kereta yang sempat tertahan langsung diberangkatkan kembali untuk melanjutkan perjalanan.






