Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth membagikan 100 dus masker gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan di kawasan Jalan Latumenten, Jakarta Barat, Selasa (8/9/2026). Aksi tanggap cepat ini dilakukan untuk merespons paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda yang masih dirasakan di sejumlah wilayah Jakarta.
Dalam pelaksanaannya, pria yang akrab disapa Bang Kent tersebut turun langsung bersama jajaran aparat Kecamatan Grogol Petamburan. Mereka membagikan masker medis kepada pejalan kaki, pengemudi kendaraan pribadi, serta pengendara angkutan umum yang melintas di sekitar Rumah Sakit Soeharto Heerdjan.
Langkah pembagian masker gratis ini merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang meminta aparatur wilayah di tingkat kecamatan dan kelurahan proaktif membantu perlindungan kesehatan warga saat kualitas udara menurun akibat sebaran abu vulkanik.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kebutuhan masyarakat terhadap masker melonjak sejak material abu vulkanik menyebar di Jakarta pada Minggu (6/9/2026). Kondisi tersebut memicu kenaikan harga masker pelindung di pasaran secara tiba-tiba, sehingga memberatkan warga yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan.
Keluhan terkait lonjakan harga dirasakan langsung oleh masyarakat lapangan. Geni, seorang pengemudi ojek asal Kalideres, mengaku kesulitan membeli alat pelindung pernapasan setelah harganya mendadak naik. Sementara itu, Annis, warga Jelambar, mengungkapkan bahwa harga masker di pedagang eceran bahkan melonjak hingga dua kali lipat sejak abu vulkanik menyelimuti kawasan pemukiman.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Melihat kondisi tersebut, Kenneth yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta mengimbau para pedagang tidak memanfaatkan situasi bencana untuk mencari keuntungan berlebih. Ia meminta para penjual mematuhi batas margin harga yang wajar sesuai arahan pemerintah daerah.
Sebagai langkah antisipasi lanjutan, Alumni PPRA Lemhannas RI Angkatan LXII itu turut membuka jalur komunikasi langsung bagi warga DKI Jakarta yang masih kesulitan memperoleh masker atau terkendala mahalnya harga jual. Warga diimbau menghubungi akun media sosial resminya untuk mendapatkan bantuan masker secara cuma-cuma.






