Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan telah sampai dan masuk ke wilayah Pandeglang pada Minggu (6/9/2026). Masuknya material abu vulkanik tersebut memicu kekhawatiran warga setempat, sehingga toko-toko penjual masker di wilayah tersebut langsung diserbu warga yang ingin melindungi diri dari paparan abu erupsi.
Antusiasme warga dalam mencari alat pelindung pernapasan terlihat sejak pagi hari. Salah satu penjaga toko, Dini, menjelaskan bahwa warga mulai berdatangan dan memadati tokonya tidak lama setelah operasional toko dibuka.
"Pukul 08.00 WIB kita buka toko sudah mulai ramai," kata Dini saat menjelaskan situasi kepadatan pembeli di tokonya.
Lonjakan pembeli tersebut membuat persediaan masker yang tersedia ludes dalam waktu singkat. Dini mengungkapkan bahwa stok masker yang biasanya membutuhkan waktu beberapa hari untuk habis, kali ini langsung terjual habis hanya dalam hitungan jam karena tingginya kebutuhan masyarakat.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

"Kalau stok masker biasa habis dalam waktu beberapa hari, tapi kalau sekarang hanya beberapa jam saja sudah habis," ungkap Dini. Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini, permintaan warga dalam mencari masker masih terpantau sangat tinggi.
Kondisi turunnya abu vulkanik membuat warga enggan beraktivitas di luar ruangan tanpa mengenakan masker. Salah seorang warga, Kiki, mengaku sengaja mendatangi toko masker untuk membeli pelindung diri setelah merasakan dampak langsung dari sebaran abu vulkanik Gunung Krakatau.
"Sengaja datang untuk mencari masker karena abu Gunung Krakatau sudah mulai turun," kata Kiki saat ditemui pada Minggu (6/9/2026).
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kiki menambahkan bahwa dirinya merasa khawatir dan takut jika harus bepergian keluar rumah atau menuju tempat umum tanpa mengenakan masker di tengah situasi sebaran abu vulkanik tersebut.
"(Nggak pakai masker) takut mau ke pasar, takut mau keluar," pungkasnya.






