Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau masih dirasakan oleh warga di kawasan Serua, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, hingga Minggu (6/9/2026) siang. Endapan debu vulkanik tipis terpantau mengotori area permukiman, mulai dari teras rumah, genteng, hingga kendaraan pribadi warga.
Sejumlah warga mengaku endapan abu tetap muncul meski area luar rumah telah dibersihkan. Yuni, warga Bukit Indah, Ciputat, mengungkapkan bahwa debu vulkanik sudah terlihat di teras rumahnya sejak pagi hari. Hingga memasuki waktu siang, lapisan abu halus kembali menyelimuti lantai teras yang sempat disapu bersih.
Kondisi serupa dialami warga lainnya. Mila melaporkan bahwa bagian atap dan genteng rumahnya dipenuhi kotoran abu vulkanik. Sementara itu, Fitriani mendapati kaca mobilnya tertutup lapisan debu tebal hingga dapat digores menggunakan jari tangan. Menyikapi sebaran abu di udara terbuka, sejumlah warga yang beraktivitas di luar rumah memilih menggunakan masker untuk melindungi pernapasan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Pantauan BMKG Terkait Sebaran Abu Vulkanik
Berdasarkan data analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mengacu pada informasi PVMBG, VAAC Darwin, serta citra RGB Satelit Himawari-9 per Minggu (6/9/2026) pukul 04.00 WIB, teridentifikasi dua klaster utama sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Klaster pertama terpantau berada pada ketinggian permukaan hingga 20.000 kaki dengan pergerakan ke arah Timur Laut hingga Selatan. Cakupan sebaran ini meliputi sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya, yang menjadi penyebab jatuhnya debu vulkanik di kawasan Tangerang Selatan dan sekitarnya.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Sementara itu, klaster kedua membubung hingga ketinggian 50.000 kaki dan bergerak menuju arah Barat Daya hingga Barat Laut. Area sebarannya terpantau mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat wilayah Bengkulu, Lampung, dan Banten.






