Gangguan abu vulkanik pada rute penerbangan memberikan tekanan finansial yang nyata bagi maskapai penerbangan. Terhentinya operasional pesawat tidak serta-merta menghapus pengeluaran maskapai, mengingat sejumlah biaya operasional tetap harus berjalan meski tidak ada jadwal terbang yang terlaksana.
Dalam situasi irregular operations (IROP), maskapai menghadapi penurunan pendapatan secara signifikan di tengah pengeluaran operasional yang sebagian besar tetap aktif. Kursi yang sebelumnya telah terjual tidak lagi menghasilkan pendapatan penerbangan karena armada batal mengudara. Kehilangan pendapatan akibat pembatalan penerbangan ini diperkirakan berkontribusi sekitar 50 persen sampai 60 persen dari total dampak finansial yang ditanggung, sementara proses pengembalian dana tiket (refund) turut menekan arus kas maskapai.
Beban Tetap Operasional dan Penanganan Penumpang
Ketika penerbangan dihentikan sementara, maskapai tetap harus menanggung beban tetap yang melekat pada pesawat. Pengeluaran ini mencakup biaya depresiasi atau sewa (leasing) pesawat, serta kewajiban pembayaran gaji bagi para kru pesawat yang tetap berjalan.
OMODA dan JAECOO Tambah Dua Dealer, Ada di SCBD dan Bekasi

Di samping biaya armada dan operasional internal, maskapai diwajibkan menanggung biaya penanganan penumpang yang terdampak gangguan. Komponen biaya penumpang tersebut meliputi penyediaan makanan, fasilitas komunikasi, akomodasi untuk kondisi tertentu, hingga proses penanganan perubahan jadwal penerbangan serta refund.
Biaya Pengalihan Rute dan Pemeriksaan Mesin
Beban finansial kian bertambah ketika penerbangan terpaksa dialihkan. Pengalihan rute penerbangan menimbulkan pengeluaran tambahan untuk konsumsi bahan bakar (fuel) ekstra serta biaya parkir pesawat di bandara alternatif.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Selain itu, risiko paparan abu vulkanik juga memicu pengeluaran teknis pada perawatan armada. Maskapai perlu melakukan pemeriksaan mesin pesawat, termasuk prosedur borescope check, guna memastikan kelayakan dan keselamatan mesin. Pemeriksaan mesin akibat paparan abu vulkanik ini membutuhkan biaya yang cukup besar, berkisar antara US$20.000 hingga US$50.000 per mesin.






