Ketergantungan tinggi pada bahan bakar minyak jenis solar selama ini menjadi beban operasional sekaligus tantangan lingkungan bagi industri tambang. Di tengah peningkatan konsumsi energi fosil tersebut, peralihan ke alat berat bertenaga listrik kini mulai menjadi alternatif nyata untuk menekan biaya dan limbah operasional.
Deputy Event Director Indonesia Energy and Engineering (IEE) Series, Hanung Hanindito, mengungkapkan bahwa penerapan agenda keberlanjutan (sustainability) di sektor pertambangan mampu mendorong efisiensi ganda, baik dari sisi kebutuhan energi maupun aktivitas kerja harian. Penggunaan sumber daya yang lebih hemat secara otomatis menekan volume sisa limbah industri.
Langkah dekarbonisasi tambang kini didukung oleh lompatan teknologi operasional. Berbeda dengan proses pengisian daya baterai konvensional yang memakan waktu cukup panjang, sistem penukaran baterai (battery swapping) untuk alat berat mulai diperkenalkan sebagai solusi praktis. Dalam skema ini, unit hanya perlu memasuki area dok (docking area) dan membutuhkan waktu kurang dari 15 menit untuk mengganti baterai sebelum kembali beroperasi penuh.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Kendati menawarkan efisiensi tinggi, adopsi teknologi bersih di segmen alat berat masih menghadapi tantangan insentif. Hanung menuturkan bahwa saat ini kebijakan subsidi dari pemerintah baru menyentuh kendaraan listrik segmen mobil penumpang, sedangkan alat berat bertenaga listrik belum memperoleh dukungan subsidi serupa.
Pembahasan mengenai percepatan elektrifikasi industri ini menjadi sorotan utama pada ajang IEE Series 2026 yang diselenggarakan oleh PT Pamerindo Indonesia. Pameran yang mengusung tema Sustainability for Industrial Transformation tersebut mencatatkan diri sebagai pertemuan bisnis B2B terbesar di Asia Tenggara.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Penyelenggaraan Engineering Week pada 9 hingga 12 September 2026 menandai pekan kedua pameran yang secara khusus memacu elektrifikasi industri. Acara ini melibatkan partisipan dari 39 negara dan kawasan dengan pemanfaatan area pameran seluas 108.000 meter persegi, yang mencakup 68.000 meter persegi area dalam ruangan dan 40.000 meter persegi area luar ruangan.






