Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya pengolahan kekayaan sumber daya alam untuk menciptakan nilai tambah ekonomi serta lapangan pekerjaan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat memberikan sambutan dalam peringatan 25 Tahun Partai Demokrat yang digelar di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (5/9/2026).
Dalam sambutannya, AHY menyoroti situasi perekonomian Indonesia saat ini yang tidak terlepas dari pengaruh dinamika kondisi global. Untuk merespons kondisi tersebut, ia menegaskan bahwa Indonesia harus membangun ketahanan dan kemandirian, terutama pada tiga sektor krusial, yaitu pangan, energi, dan air.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Selain mewujudkan ketahanan dan kemandirian pada sektor-sektor strategis, AHY menyebutkan bahwa langkah tersebut harus dibarengi dengan upaya memperkuat daya saing, memperluas konektivitas antardaerah, serta memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan semakin merata di seluruh wilayah tanah air.
AHY menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan ketahanan dan kemandirian bangsa tidak boleh semata-mata dilihat dari seberapa besar angka pertumbuhan ekonomi. Tolok ukur yang sesungguhnya adalah seberapa banyak rakyat yang ikut merasakan dampak serta turut bertumbuh bersama pertumbuhan ekonomi tersebut.
Lebih lanjut, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ini menegaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus diarahkan untuk membuka pusat-pusat pertumbuhan baru di berbagai daerah, memperluas penyerapan lapangan pekerjaan, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Terkait tata kelola sumber daya alam, AHY kembali mengingatkan agar kegiatan pemanfaatan alam tidak merusak masa depan lingkungan. Kekayaan alam di Indonesia memang harus diolah demi memberi nilai tambah dan menciptakan peluang kerja, tetapi proses pembangunannya sama sekali tidak boleh mengorbankan lingkungan hidup.
Pada penutup keterangannya, AHY menekankan prinsip keadilan antargenerasi sebagai pijakan moral dalam pembangunan nasional. Ia mengingatkan agar generasi saat ini tidak hanya menikmati hasil pertumbuhan ekonomi hari ini sembari meninggalkan warisan kerusakan lingkungan hidup kepada generasi berikutnya.






