Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto dapat mengandalkan Partai Demokrat dalam menjalankan roda pemerintahan. AHY menegaskan partainya berkomitmen untuk bersikap loyal dan amanah demi menyukseskan jalannya pemerintahan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh AHY di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada acara puncak perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat yang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, pada Rabu (9/9/2026).
Nilai Militer dan Komitmen Menyukseskan Pemerintahan
Dalam pidato tersebut, AHY mengaitkan komitmen partainya dengan nilai yang ia kenal dalam kehidupan militer. Ia menjelaskan bahwa dalam sebuah misi, sangat penting untuk mengetahui secara pasti siapa yang berdiri teguh di samping kita. Terutama ketika menghadapi situasi apa pun, baik dalam suka maupun duka, seseorang harus tahu bahwa pihak tersebut tetap dapat diandalkan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Berdasarkan nilai tersebut, AHY menegaskan tekad Partai Demokrat untuk terus mendampingi dan mendukung Presiden Prabowo. AHY memastikan bahwa Partai Demokrat akan bekerja dengan loyalitas, menjalankan setiap amanah dengan penuh tanggung jawab, serta terus memberikan yang terbaik demi membantu pemerintahan ini berhasil.
Loyalitas kepada Pemerintah dan Kesetiaan kepada Rakyat
Lebih lanjut, AHY menekankan bahwa tidak ada pertentangan antara bersikap loyal kepada pemerintahan dan setia kepada rakyat. Menurut pandangannya, keinginan untuk melihat pemerintahan berhasil justru menjadi alasan kuat untuk terus mendengarkan aspirasi dan suara rakyat sekaligus ikut mencari jalan keluar atas persoalan yang ada. AHY menyebut sikap tersebut sebagai wujud nyata dari politik yang bertanggung jawab.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Selain itu, AHY mengungkapkan bahwa Partai Demokrat senantiasa mempedomani dan menjalankan pesan yang sering diingatkan oleh Presiden Prabowo Subianto, yaitu tidak boleh takut terhadap kenyataan, melainkan harus berani memperbaiki kenyataan demi kepentingan bangsa dan keberhasilan pemerintahan.






