PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membeberkan rencana pembagian dividen kepada para pemegang saham dari hasil perolehan tahun buku 2026. Berdasarkan rencana perseroan, rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio yang akan dialokasikan dipatok sebesar 30% dari laba bersih.
Besaran rasio pembagian dividen yang direncanakan untuk tahun buku 2026 tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun buku 2025. Pada tahun buku sebelumnya, rasio pembayaran dividen perseroan tercatat mampu mencapai hingga 80%.
Corporate Secretary & Head of Legal Division AKR Corporindo, Arum Pawestri Handayani, menyampaikan bahwa rencana rasio dividen sebesar 30% ini sejalan dengan ketentuan yang berlaku di perseroan. Berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan, perseroan memiliki mandat rasio pembayaran dividen sekurang-kurangnya 30% dari laba bersih, apabila perolehan laba bersih emiten melampaui angka Rp 50 miliar.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Pertimbangan Keuangan dan Persetujuan RUPS
Kendati rencana rasio pembagian telah disampaikan, kepastian eksekusi dividen tersebut tetap bergantung pada sejumlah evaluasi internal dan persetujuan formal. Keputusan akhir mengenai pembagian dividen tetap harus mempertimbangkan kebutuhan pendanaan serta kondisi keuangan perseroan secara menyeluruh.
Selain itu, realisasi pembagian dividen untuk tahun buku 2026 ini juga wajib memperoleh persetujuan resmi dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Kinerja Laba Bersih Semester I-2026
Rencana pembagian dividen ini berjalan beriringan dengan capaian kinerja keuangan perseroan. Pada paruh pertama tahun 2026, AKRA mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp 1,43 triliun per semester I-2026.
Realisasi laba bersih tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 21,25% secara tahunan (year-on-year) jika dibandingkan dengan capaian pada semester I-2025, saat perseroan membukukan laba bersih senilai Rp 1,18 triliun.






