tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPopuler
Beranda/Pasar Saham

Aksi Lepas Saham Komoditas oleh Investor Asing dan Dampaknya pada IHSG

Fitri LimbongDiterbitkan 3 Agu 2026 - 12.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Aksi Lepas Saham Komoditas oleh Investor Asing dan Dampaknya pada IHSG
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pertanyaan: Apa gambaran umum pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada akhir Juli 2026?

Jawaban: Pasar saham Indonesia mencatatkan dinamika pergerakan transaksi yang menarik perhatian para pelaku ekonomi digital dan investasi. Berdasarkan data perdagangan untuk periode tanggal 27 sampai 31 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan tetap mampu ditutup pada teritori positif. Indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut mengalami penguatan sebesar 0,64 persen dan bertengger di level 6.236,126 sepanjang pekan tersebut. Penguatan ini terjadi meskipun terdapat tekanan jual atau aksi pelepasan saham di pasar reguler yang membayangi sejumlah emiten berkapitalisasi besar di bursa.

Pertanyaan: Bagaimana rincian arus modal investor asing

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & Transportasi

Halaman

selama periode perdagangan 27 hingga 31 Juli 2026?

Jawaban: Selama lima hari perdagangan tersebut, investor asing secara akumulatif mencatatkan beli bersih atau net buy dengan nilai yang sangat signifikan, yakni sebesar Rp7,10 triliun. Namun, angka beli bersih yang besar ini tidak mencerminkan aksi beli yang merata di seluruh saham yang melantai di bursa. Nilai tersebut sangat dipengaruhi oleh satu transaksi berukuran jumbo yang terjadi di pasar negosiasi. Transaksi utama yang menjadi faktor pengangkat total net buy asing selama sepekan adalah pembelian saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Nilai transaksi saham MAPI di pasar negosiasi tersebut mencapai sekitar Rp9,33 triliun.

Pertanyaan: Apa yang terjadi pada arus modal asing jika transaksi saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) tidak dihitung?

Baca Juga

Cara Mengelola Portofolio Investasi Saat Bursa Asia Melemah Akibat Sentimen Geopolitik

Cara Mengelola Portofolio Investasi Saat Bursa Asia Melemah Akibat Sentimen Geopolitik

Jawaban: Jika transaksi jumbo pada saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) tersebut dikeluarkan dari perhitungan, arah arus modal asing justru menunjukkan hasil yang sangat berkebalikan. Tanpa adanya transaksi senilai Rp9,33 triliun tersebut, investor asing di pasar modal Indonesia justru masih membukukan jual bersih atau net sell. Nilai jual bersih dari keseluruhan transaksi asing di luar saham MAPI tersebut tercatat mencapai sekitar Rp2 triliun. Hal ini membuktikan bahwa sebagian besar saham lainnya justru sedang menghadapi tekanan jual yang cukup berat dari pihak investor asing.

Pertanyaan: Emiten apa saja yang mengalami tekanan jual atau net sell terbesar dari investor asing?

Jawaban: Tekanan jual asing paling besar pada pekan perdagangan akhir Juli 2026 tersebut dialami oleh saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Saham TPIA mencatatkan nilai jual bersih atau net sell yang mencapai angka Rp413,1 miliar. Di posisi selanjutnya, investor asing juga terpantau banyak melepas kepemilikan pada saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) dengan nilai jual bersih sebesar Rp237,6 miliar. Selain kedua perusahaan tersebut, saham PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) juga tidak luput dari tekanan jual, di mana emiten ini mencatatkan net sell asing senilai Rp229,6 miliar.

Pertanyaan: Bagaimana pergerakan saham-saham yang berbasis komoditas pada pekan tersebut?

Jawaban: Saham-saham yang memiliki basis bisnis di sektor komoditas masih menjadi sasaran utama aksi ambil untung atau profit taking oleh para investor asing. Sebagai contoh, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp187,9 miliar. Mengikuti tren yang sama, saham emiten PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga banyak dilepas oleh investor asing dengan catatan net sell mencapai Rp172,9 miliar. Aksi pelepasan saham komoditas ini menjadi salah satu faktor utama yang menekan nilai keseluruhan transaksi asing di pasar reguler.

Baca Juga

Panduan Kinerja Keuangan dan Strategi Ekspansi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk

Panduan Kinerja Keuangan dan Strategi Ekspansi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk

Pertanyaan: Apakah sektor perbankan juga terpengaruh oleh aksi jual investor asing?

Jawaban: Ya, saham-saham di sektor perbankan juga belum sepenuhnya terlepas dari tekanan jual investor asing pada periode perdagangan 27 sampai 31 Juli 2026. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi emiten perbankan dengan nilai net sell asing terbesar sepanjang pekan tersebut. Nilai jual bersih asing pada saham bank ini mencapai Rp114,7 miliar. Meskipun mengalami tekanan jual bersih yang cukup besar dari investor asing, saham BMRI secara bersamaan juga tercatat sebagai salah satu saham yang ikut menopang kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan secara keseluruhan.

Pertanyaan: Saham apa saja yang menjadi penopang utama kenaikan indeks dan saham apa yang menjadi penekan?

Jawaban: Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan sebesar 0,64 persen ke level 6.236,126 ditopang oleh beberapa saham berkapitalisasi besar. Saham-saham pendorong indeks tersebut antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Siloam International Hospitals Tbk (SRAJ), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Sebaliknya, laju pergerakan indeks tertahan oleh sejumlah saham yang menjadi penekan utama. Saham-saham yang membebani pergerakan indeks di bursa saham meliputi MPRO, BREN, MORA, UNTR, dan ENRG.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IHSGBursa Efek IndonesiaInvestor AsingSaham KomoditasMitra AdiperkasaChandra Asri Pacific

Berita Terbaru Lainnya

Mitigasi Gangguan Listrik bagi Pelaku Ekonomi Digital di Jakarta dan Tangerang SelatanDaya Tarik Investasi dan Potensi Ekonomi Indonesia di Tengah Dinamika GlobalPeluang Wirausaha bagi Lulusan UMPR di Era Digital, Panduan dan Arah KebijakanCara Mengelola Portofolio Investasi Saat Bursa Asia Melemah Akibat Sentimen GeopolitikPanduan Kinerja Keuangan dan Strategi Ekspansi PT VKTR Teknologi Mobilitas TbkDuduk Perkara Kasus Dugaan Penipuan dan Pencucian Uang Vicky PrasetyoCara Menghadapi Kedaruratan di Laut bagi Sopir Ekspedisi LogistikRealisasi Kepemilikan Rumah Pertama Melalui Fasilitas KPR Subsidi BNI

Paling Banyak Dibaca

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  2. 2Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap