tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorPopuler
Beranda/Afiliasi

Aksi Relawan SPPG di Kuningan Menahan Babi Hutan demi Lindungi Warga

Fitri LimbongDiterbitkan 5 Agu 2026 - 12.19 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Aksi Relawan SPPG di Kuningan Menahan Babi Hutan demi Lindungi Warga
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Suasana tenang di sebuah lorong pemukiman warga Desa Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Minggu siang. Rekaman video yang memperlihatkan detik-detik seorang pria diseruduk oleh seekor babi hutan berukuran besar di gang sempit belakangan ini mendadak viral di berbagai platform media sosial. Pria yang ada di dalam video tersebut teridentifikasi sebagai Anasikin, atau yang akrab disapa Anas, seorang pemuda berusia 28 tahun asal pemukiman setempat. Keberanian Anas yang menantang bahaya demi melindungi warga lain di sekitarnya menarik perhatian luas, terlebih setelah diketahui bahwa dirinya merupakan seorang relawan aktif di kawasan tersebut.

Sebagai seorang warga lokal yang mengabdi sebagai relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Subang, Anas tidak menyangka bakal berhadapan langsung dengan situasi darurat yang mengancam nyawa. Insiden menegangkan itu terjadi pada Minggu (3/8) sekitar pukul 11.30 WIB, ketika aktivitas warga di kawasan pedesaan tersebut sedang berlangsung normal. Munculnya satwa liar berukuran besar secara tiba-tiba di pemukiman warga yang relatif padat menciptakan kepanikan massal, terutama karena hewan tersebut bergerak cepat dan tampak berada dalam kondisi panik setelah melintasi jalur kawasan hutan menuju area perumahan.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Kronologi masuknya babi hutan ke kawasan pemukiman warga ini berawal dari aktivitas perburuan yang berlangsung di wilayah hutan sekitar. Hewan liar tersebut berusaha meloloskan diri dari kejaran pemburu hingga berlari kencang menuju wilayah pemukiman warga Desa Subang. Sebelum bergerak memasuki area gang yang sempit, babi hutan berukuran besar itu sempat menabrak satu unit sepeda motor di jalan. Usai menabrak kendaraan tersebut, satwa yang terdesak itu terus berlari tanpa kendali masuk ke dalam jalur gang pemukiman yang kerap dilalui oleh warga dan anak-anak kecil yang sedang bermain.

Baca Juga

Dorongan Sentimen Domestik dan Global di Balik Penguatan IHSG ke Level 6.363

Dorongan Sentimen Domestik dan Global di Balik Penguatan IHSG ke Level 6.363

Situasi kian genting ketika babi hutan itu mulai mengincar serta mengejar seorang perempuan yang merupakan kakak dari Anas. Selain sang kakak, di sekitar lokasi kejadian juga terdapat beberapa anak-anak yang berada dalam posisi rentan terserang. Mengetahui adanya ancaman bahaya fisik yang fatal bagi sang kakak dan anak-anak kecil di lokasi tersebut, Anas secara spontan langsung mengambil keputusan berani untuk pasang badan. Pria 28 tahun itu sengaja memasang dirinya di garis depan guna menahan pergerakan laju babi hutan agar hewan tersebut tidak sampai menyerang kakaknya maupun anak-anak di area itu.

Aksi penghadangan fisik tersebut berlangsung dalam kondisi yang sangat berisiko. Anas mengaku berjuang keras serta sempat menahan serangan babi hutan berukuran besar tersebut selama kurang lebih 10 hingga 15 menit. Durasi yang cukup lama untuk bertahan melawan kejaran dan benturan satwa liar berukuran besar di tempat yang sangat terbatas membuat kekuatan Anas makin terkuras. Usaha keras menahan hewan liar itu akhirnya berakhir saat Anas tidak lagi mampu menahan dorongan babi hutan hingga dirinya terjatuh dan tersungkur di atas permukaan gang.

Saat Anas tersungkur di tanah, babi hutan tersebut sempat melayangkan serangan balasan hingga membuat kaki Anas mengalami luka gigitan. Anas tidak bisa langsung melepaskan diri dari hewan liar tersebut secara mandiri karena keterbatasan posisi fisik saat berada di bawah pergerakan satwa itu. Beruntung, suara keributan di gang sempit tersebut mengundang perhatian warga pemukiman sekitar. Sejumlah warga yang berdatangan ke lokasi kejadian langsung mengambil tindakan bersama untuk membantu Anas, hingga akhirnya pria tersebut berhasil terbebas dari serangan babi hutan.

Baca Juga

Layanan Kesehatan dan Logistik Baznas Hadir di Zikir Kebangsaan Monas

Layanan Kesehatan dan Logistik Baznas Hadir di Zikir Kebangsaan Monas

Perkembangan kondisi kesehatan relawan SPPG Desa Subang ini kemudian dikonfirmasi langsung oleh pihak pemerintah desa setempat. Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Desa Subang, Sujana, membenarkan bahwa sosok dalam video viral tersebut adalah Anas yang juga tercatat aktif sebagai relawan MBG di wilayah Desa Subang. Sujana menyampaikan bahwa secara umum kondisi kesehatan Anas saat ini sudah berangsur membaik. Namun demikian, Anas masih menghadapi kendala fisik berupa rasa sakit dan kesulitan berjalan akibat luka gigitan yang dialaminya pada bagian dampal kaki pasca-insiden penyerudukan tersebut.

Peristiwa masuknya hewan liar hasil buruan dari kawasan hutan ke dalam pemukiman warga menjadi catatan penting terkait keselamatan lingkungan perdesaan yang berbatasan dengan wilayah hutan. Penanganan situasi darurat akibat pergerakan satwa berukuran besar membutuhkan kesiapsiagaan bersama dari masyarakat lokal. Koordinasi cepat antarwarga, pemberian peringatan dini ketika ada perburuan hutan, serta langkah perlindungan terhadap kelompok rentan seperti anak-anak merupakan kunci utama dalam mencegah timbulnya korban cedera serius di masa mendatang.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Relawan SPPGKabupaten KuninganDesa SubangBabi Hutan

Berita Terbaru Lainnya

Dorongan Sentimen Domestik dan Global di Balik Penguatan IHSG ke Level 6.363Layanan Kesehatan dan Logistik Baznas Hadir di Zikir Kebangsaan MonasStrategi Menggaet Pasar Gen Z dan Milenial Berdasarkan Data Kependudukan Dukcapil 2026Data BPS Maret 2026, Angka Kemiskinan Indonesia Turun Menjadi 22,93 Juta OrangPenyelundupan Harley-Davidson Bekas dari China Digagalkan Bea Cukai Tanjung PriokPenindakan Impor Ilegal Harley-Davidson Bekas dari China di Pelabuhan Tanjung PriokSidang Baru Dokter Tifa di PN Jaktim Ditunda hingga 13 Agustus 2026Penyelidikan Kasus Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung dan Pemeriksaan Saksi

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  4. 4Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap