Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan aktivitas masyarakat di Jakarta telah kembali normal setelah sempat terjadi aksi massa di sejumlah titik kawasan Senayan dan Pejompongan. Seiring dengan situasi yang kembali kondusif, kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau car free day (CFD) pada Minggu diharapkan dapat tetap terlaksana seperti biasa.
Pramono menyampaikan pernyataan tersebut saat berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (29/8/2026). Ia berharap mobilitas dan kegiatan rutin warga Jakarta di akhir pekan tidak terganggu.
"Dan besok car free day saya harapkan berlangsung juga normal," kata Pramono.
Pembersihan dan Perbaikan Fasilitas Publik
Untuk memulihkan kondisi ibu kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama jajaran terkait bergerak cepat membersihkan fasilitas publik yang terdampak aksi massa. Pembersihan tersebut telah dikerjakan sejak malam hari bersama Kapolda, Pangdam, hingga jajaran wali kota.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

"Dari semalam itu saya, Kapolda, Pangdam, dan seluruh jajaran stakeholder yang ada, termasuk para wali kota, itu langsung melakukan bersih-bersih," ujar Pramono.
Pramono menyebutkan bahwa sejumlah fasilitas publik sempat mengalami kerusakan akibat imbas dari aksi massa tersebut. Di antara fasilitas yang terdampak dan mengalami kerusakan adalah kamera pengawas CCTV serta halte.
Menanggapi kerusakan sarana umum tersebut, Pramono menginstruksikan percepatan perbaikan agar masyarakat dapat kembali memanfaatkannya tanpa kendala.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

"Saya sudah memerintahkan untuk langsung dilakukan perbaikan karena saya nggak mau ada yang terganggu," tegasnya.
Penghitungan Kerugian oleh Kepolisian
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya tengah melakukan pendataan dan penghitungan terhadap total kerugian yang ditimbulkan akibat insiden tersebut. Langkah ini mencakup kerugian materiil maupun imateriil yang dialami masyarakat serta fasilitas umum yang seyogianya digunakan untuk kepentingan publik.
Pihak kepolisian juga menjelaskan bahwa lokasi kerusuhan yang terjadi pada malam hari terpusat di satu titik, yaitu di kawasan sekitar Jalan Pejompongan, Bendungan Hilir.






