Lahan terbuka yang ditumbuhi ilalang di kawasan Perum Nusa Kirana Cluster, Jalan Kirana Boulevard Selatan, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, terbakar hebat pada Sabtu (29/8/2026). Kobaran api yang melalap area vegetasi seluas sekitar 30 hektare tersebut diindikasikan bukan berasal dari pemicu alami.
Berdasarkan keterangan resmi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Utara, insiden tersebut dicurigai timbul akibat aksi pembakaran yang disengaja. Laporan awal dinas mencatat adanya dugaan kesengajaan dari pihak tertentu dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa kebakaran ini pertama kali disadari oleh petugas keamanan setempat yang sedang melakukan patroli keliling. Saat melintas di area tersebut, sekuriti mendapati api sudah dalam kondisi membesar dan merambat cepat di antara tumpukan alang-alang kering.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Sebelum menghubungi dinas pemadam, petugas keamanan sempat berinisiatif memadamkan api secara manual menggunakan air dari jeriken. Namun, kobaran yang terlanjur meluas membuat pemadaman mandiri tidak membuahkan hasil hingga akhirnya mereka segera meminta bantuan petugas damkar.
Menindaklanjuti laporan darurat, Pos Rorotan memberangkatkan unit pertama pada pukul 11.43 WIB dan tiba di lokasi kejadian sembilan menit kemudian pada pukul 11.52 WIB. Mengingat luasnya titik api yang tersebar, Sudin Gulkarmat Jakarta Utara mengerahkan total 14 unit mobil pemadam dengan dukungan 84 personel untuk mengendalikan situasi.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Operasi pemadaman dimulai secara intensif pada pukul 11.53 WIB. Petugas berhasil melokalisasi perambatan api pada pukul 13.58 WIB guna mencegah kebakaran merembet ke kawasan hunian di sekitarnya. Proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dimulai pukul 14.43 WIB, hingga akhirnya penanganan dinyatakan rampung sepenuhnya pada pukul 16.10 WIB.
Sudin Gulkarmat Jakarta Utara memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus dievakuasi dalam peristiwa kebakaran lahan tersebut.






