tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Kreator

Aliansi BRICS Satukan Kekuatan di India, Saatnya Barat Gemetar?

Fitri LimbongDiterbitkan 12 Sep 2026 - 00.29 · 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Aliansi BRICS Satukan Kekuatan di India, Saatnya Barat Gemetar?
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

India resmi menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS pada 12–13 September di New Delhi. Pertemuan tingkat tinggi blok ekonomi ini dihadiri langsung oleh sejumlah kepala negara anggota, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin yang tiba di ibu kota India tersebut pada Jumat pagi.

Kekuatan kolektif BRICS saat ini semakin signifikan di panggung dunia. Dengan formasi 11 negara anggota—setelah bergabungnya Indonesia, Iran, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Mesir, dan Etiopia pada 2024—aliansi ini mencakup hampir separuh populasi bumi. Dari sisi ekonomi makro, BRICS menguasai 40 persen output global, 44 persen produksi minyak dunia, serta menggerakkan sekitar seperempat volume perdagangan internasional. Laju ekspansi ekonomi blok ini juga diproyeksikan mencapai 3,7 persen tahun ini, melampaui proyeksi pertumbuhan kelompok G7 yang tertahan di level 1 persen.

Ketergantungan Dolar dan Tantangan Kelembagaan

Kendati membukukan pertumbuhan yang mengungguli negara-negara maju, upaya BRICS untuk mendobrak hegemoni finansial Barat masih menemui sejumlah rintangan nyata. Blok yang diinisiasi pascakrisis keuangan 2008 ini telah mendirikan Bank Pembangunan Baru (NDB) sebagai instrumen pembiayaan tanpa intervensi negara Barat. Namun, kapasitas lembaga ini belum setara dengan International Monetary Fund (IMF) maupun Bank Dunia.

Baca Juga

Talenta Vokasi Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Talenta Vokasi Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Catatan realisasi per akhir 2024 memperlihatkan NDB baru menyetujui kucuran dana senilai kisaran US$ 39 miliar (sekitar Rp 690,3 triliun). Portofolio pendanaan tersebut secara nominal masih tergolong kecil dan sebagian besar instrumennya masih dihimpun menggunakan mata uang dolar AS.

Perbedaan Sikap Geopolitik Internal

Tantangan konsolidasi BRICS tidak hanya bersumber dari aspek finansial, melainkan juga dinamika geopolitik antaranggota. Perbedaan pandangan internal terlihat jelas pada pertemuan menteri luar negeri BRICS bulan Mei lalu yang berakhir tanpa rilis komunike atau pernyataan bersama.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Kebuntuan dalam forum diplomatik tersebut dipicu oleh ketidaksepakatan sikap atas konflik Timur Tengah. Iran mendorong aliansi untuk mengecam secara terbuka tindakan militer Amerika Serikat dan Israel, sementara Uni Emirat Arab secara tegas menolak usulan kecaman tersebut. Perbedaan prioritas politik luar negeri di antara para anggotanya memperlihatkan bahwa soliditas koalisi ini masih harus diuji di tengah ambisinya menyeimbangkan dominasi blok Barat.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi Global

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

🔥

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator · 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan · 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning · 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis · 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik · 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap