Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten resmi memperpanjang masa pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi para siswa sekolah di wilayahnya. Kebijakan perpanjangan proses belajar dari rumah ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung.
Pelaksanaan PJJ pada awalnya dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (9/9/2026). Namun, pihak pemerintah daerah memutuskan menambah durasi PJJ selama dua hari ke depan hingga Jumat (11/9/2026) demi memastikan keselamatan dan kesehatan para peserta didik.
"Kemarin tiga hari sampai Rabu, ditambah dua hari sampai Jumat (11/9). Perkembangan berikutnya kita pantau," ujar Andra Soni pada Rabu (9/9/2026).
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Rekomendasi PVMBG dan Status Siaga
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sejatinya dilaporkan sudah menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan intensitas pada Sabtu (5/9/2026) dan Minggu (6/9/2026). Kendati mengalami penurunan, gunung api tersebut masih terpantau mengeluarkan abu hitam yang pergerakannya bergeser ke arah samudera.
Saat ini, Gunung Anak Krakatau tercatat masih berstatus Siaga (Level III), level yang telah ditetapkan sejak 2 Juli 2026. Sehubungan dengan status tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi ketat yang melarang siapa pun untuk mendekati kawasan kawah aktif dalam radius 3 kilometer.
Imbauan Penggunaan Masker dan Uji Kualitas Udara
Menyikapi potensi sebaran abu vulkanik di wilayah sekitar, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan kegiatan di luar rumah.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

"Kemudian dianjurkan, disarankan, diminta kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan," kata Andra.
Sebagai langkah mitigasi lingkungan dan kesehatan publik, Andra juga menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) untuk segera melakukan pengujian kualitas udara. Uji kualitas udara tersebut ditujukan guna memastikan secara langsung apakah kondisi udara di wilayah Banten sudah membaik atau masih terdampak oleh material abu erupsi.






