Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Pemerintah Kota (Pemko) Padang dan Perkumpulan Galapagos menginisiasi penanaman sedikitnya 60 ribu bibit pohon di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji. Langkah ini ditujukan untuk memitigasi potensi bencana banjir dan longsor yang kerap mengancam wilayah Kota Padang.
Komitmen tersebut diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemko Padang dan Yayasan Galapagos Indonesia Lestari mengenai pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Dr. Mohammad Hatta di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, Rabu (9/9/2026). Program bertajuk Festival Tanam Hulu ini didukung total anggaran sebesar Rp2 miliar dan melibatkan komunitas pencinta alam yang beranggotakan siswa serta alumni SMA 1 Padang.
Penanaman difokuskan pada sejumlah titik rawan di dua kecamatan, yakni kawasan Batu Busuk, Lambung Bukit, dan Gunung Nago di Kecamatan Pauh, serta Gunung Sarik di Kecamatan Kuranji. Jenis bibit yang disiapkan disesuaikan dengan kontur tanah setempat, mencakup tanaman hutan, komoditas agroforestri, rumpun bambu, hingga vegetasi pengikat tanah.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Untuk memastikan keberlanjutan vegetasi yang ditanam, program ini menerapkan sistem pendataan berbasis geo-tagging. Melalui teknologi pemetaan tersebut, titik koordinat setiap bibit tercatat secara digital sehingga proses pemantauan tumbuh kembang pohon dapat dilakukan berkala bersama masyarakat sekitar.
Upaya pemulihan lingkungan di kawasan hulu ini juga akan diperkuat dengan intervensi infrastruktur fisik. Mulai November 2026, pekerjaan normalisasi dan penanganan sedimentasi dijadwalkan berjalan di Gunung Nago dengan alokasi sekitar Rp175 miliar serta kawasan Batu Busuk sebesar Rp220 miliar.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Wali Kota Padang Fadly Amran menekankan pentingnya penguatan sistem peringatan dini di sepanjang aliran sungai. Pemasangan sensor di titik-titik aliran sungai dipersiapkan guna memberikan peringatan lebih cepat kepada warga ketika debit air meningkat, melengkapi perlindungan vegetasi yang dibangun di kawasan hulu.






