Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat kekurangan anggaran hingga Rp2,29 triliun untuk tahun anggaran 2027. Dari total kebutuhan awal yang diajukan sebesar Rp3,86 triliun, pagu anggaran yang ditetapkan pemerintah saat ini hanya mencapai Rp1,56 triliun.
Kesenjangan anggaran lebih dari Rp2 triliun tersebut memberikan dampak langsung terhadap operasional serta pemenuhan sarana dan prasarana penyelamatan di berbagai wilayah Indonesia.
Dampak Terbesar pada Sarana dan Prasarana SAR
Kekurangan anggaran paling signifikan terjadi pada pos pengelolaan sarana dan prasarana (sarpras) SAR, dengan nilai backlog mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Keterbatasan ini memengaruhi pembaruan serta pemeliharaan alat-alat keselamatan vital.
Kru Musik KM Virgo Asal Maros Belum Ditemukan, Keluarga Harap Selamat

Untuk belanja modal tahun 2027, alokasi yang disiapkan tercatat sebesar Rp55,3 miliar. Dana tersebut direncanakan untuk mencakup sejumlah kebutuhan esensial, antara lain:
- Pengadaan peralatan high-angle rescue, mountaineering, dan underwater rescue.
- Penyediaan peralatan ESC Inasar dan NAP Inasar.
- Peningkatan sistem komunikasi dan penyediaan mebeler asrama.
- Pemenuhan sarana dan prasarana untuk kantor SAR baru di Surakarta dan Banyuwangi.
Usulan Tambahan Anggaran Rp2,16 Triliun
Guna mengantisipasi dampak dari defisit tersebut, Basarnas telah mengajukan usulan penambahan anggaran sebesar Rp2,16 triliun kepada Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Usulan penambahan anggaran tersebut dirinci untuk mendukung berbagai program kerja dan kewajiban operasional, meliputi:
- Kegiatan Prioritas Nasional RPJMN 2025–2029: Rp1,48 triliun.
- Pemeliharaan sarpras, sistem komunikasi, dan TI: Rp213,57 miliar.
- Tugas dan fungsi (tusi) program SAR: Rp205,4 miliar.
- Kekurangan gaji calon pegawai Basarnas: Rp135,37 miliar.
- Dukungan manajemen: Rp66,54 miliar.
- Kekurangan operasional kantor: Rp49,71 miliar.
- Rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana banjir di Sumatera: Rp5,1 miliar.
- Pemenuhan kantor SAR baru: Rp2,17 miliar.
Pengajuan tambahan anggaran ini ditujukan untuk menjaga kesiapan armada dan personel dalam merespons potensi bencana serta operasi pencarian dan pertolongan secara optimal di seluruh wilayah kerja Basarnas.






