Bank sentral Belanda, De Nederlandsche Bank (DNB), menuntaskan pemindahan 86 ton cadangan emas batangan senilai miliaran dolar dari kawasan Amerika Utara menuju London, Inggris. Langkah reposisi aset moneter berskala besar ini dilakukan sebagai respons strategis terhadap dinamika stabilitas global yang kian menantang.
Dalam keterangannya, DNB mengonfirmasi bahwa meningkatnya gejolak geopolitik internasional menjadi pertimbangan utama di balik keputusan tersebut. Di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi dunia, bank sentral memprioritaskan keamanan logistik, fleksibilitas aset, serta kemudahan akses likuiditas cadangan devisa negara.
Mengapa Bank Sentral Belanda Memilih Bank of England?
Alasan utama pemilihan London bermuara pada likuiditas dan kecepatan transaksi di pasar emas internasional. DNB menjelaskan bahwa emas batangan yang tersimpan di Bank of England diakui sebagai emas yang paling likuid dan paling mudah diperdagangkan di dunia.
Karakteristik tersebut membuat cadangan emas Belanda menjadi jauh lebih siap pakai dan mudah dicairkan saat kondisi darurat atau krisis global terjadi, dibandingkan jika aset tersebut tetap ditempatkan di New York atau Ottawa. Pemindahan ini juga bertepatan dengan eskalasi sengketa dagang antara Amerika Serikat dan Kanada, menyusul kebuntuan negosiasi perdagangan serta penerapan tarif baru. Kanada, misalnya, menghadapi tekanan tarif impor AS untuk sektor baja, aluminium, kayu, dan otomotif, di samping bea tambahan sebesar 50 persen atas komoditas senilai 28 miliar dolar Kanada yang diumumkan pada Agustus.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Bagaimana Operasi Pemindahan Emas Dijalankan?
Operasi logistik yang memakan waktu beberapa bulan antara Maret hingga Agustus ini dirancang secara terukur untuk meminimalkan risiko keamanan dan biaya transportasi. DNB memadukan metode pengiriman fisik dengan mekanisme transaksi keuangan di pasar modal:
- Relokasi Fisik Langsung: Sebanyak 27 ton emas batangan diangkut secara fisik dari New York dan Ottawa menuju fasilitas penyimpanan di Zeist, Belanda, sebelum kemudian dikirimkan ke London tanpa perlu melebur ulang batangan emas tersebut.
- Metode Jual-Beli (Swap Pasar): Sisa alokasi transfer diselesaikan dengan menjual emas di pasar New York dan secara bersamaan membeli kembali emas dengan kualitas setara di London.
Kombinasi antara pemindahan fisik dan transaksi pasar ini sengaja diterapkan oleh DNB guna menyebarkan serta menekan risiko tinggi yang biasanya melekat pada operasi pemindahan aset berharga dalam volume besar.
Perubahan Komposisi dan Sebaran Cadangan Emas Belanda
Hingga akhir tahun 2025, total cadangan emas yang dimiliki Belanda tercatat mencapai 612,4 ton dengan valuasi sebesar 72,2 miliar euro. Pemindahan 86 ton emas ini secara signifikan mengubah peta sebaran geografis portofolio cadangan DNB.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Sebelum relokasi dilakukan, DNB menempatkan 31,3 persen cadangan emasnya di New York dan 19,7 persen di Ottawa. Pascapemindahan, porsi cadangan di kedua yurisdiksi Amerika Utara tersebut masing-masing turun ke level 18,5 persen.
Sebaliknya, porsi emas Belanda yang disimpan di Bank of England melonjak dari 18,1 persen menjadi 32,1 persen. Sementara itu, porsi cadangan emas yang disimpan secara domestik di dalam negeri Belanda tetap terjaga stabil pada angka 30,8 persen.






