Pemerintah mengambil langkah cepat dengan mempercepat penyaluran Bantuan Pangan guna mengantisipasi risiko lonjakan harga di tengah ancaman musim kemarau panjang dan masa paceklik. Kebijakan percepatan ini dirancang untuk meredam dampak kenaikan harga komoditas pangan pokok yang kerap terjadi saat pasokan dari hasil panen mulai berkurang.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa percepatan bantuan pangan sangat krusial bagi kelompok masyarakat ekonomi rentan. Target prioritas penerima bantuan pangan ini secara spesifik ditujukan kepada warga yang berada pada kelompok desil 1 hingga 4, yang dinilai paling terdampak oleh pergeseran musim serta penurunan pasokan panen.
Hal tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat meninjau langsung pelaksanaan penyaluran Bantuan Pangan kepada masyarakat di Desa Wayame, Kota Ambon, Provinsi Maluku, pada Kamis (3/9/2026).
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Alokasi Beras Periode Juli鈥揝eptember 2026
Dalam pelaksanaan program untuk periode Juli hingga September 2026, setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) mendapatkan alokasi beras sebanyak 10 kilogram per bulan. Dengan skema penyaluran tersebut, setiap keluarga penerima manfaat berhak menerima total 30 kilogram beras guna memenuhi kebutuhan pangan selama kurun waktu tiga bulan.
Bantuan beras ini diharapkan dapat membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat rentan, khususnya saat ketersediaan pangan di pasaran menipis akibat dampak musim kemarau.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Distribusi di Kota Ambon dan Penguatan Kolaborasi
Berdasarkan data penerima, tercatat sebanyak 24.383 PBP yang berasal dari kelompok desil 1 hingga 4 terdaftar sebagai penerima bantuan di wilayah Kota Ambon. Dari total penerima di kota tersebut, sebanyak 349 PBP tercatat berdomisili dan menerima alokasi bantuan di Desa Wayame.
Guna menjamin kelancaran distribusi serta menjaga kestabilan pasokan pangan nasional, pemerintah terus mengevaluasi pelaksanaan di lapangan. Selain itu, pemerintah memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah daerah dan Perum BULOG dalam mengawal penyaluran beras bantuan pangan ke berbagai wilayah.






