tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Afiliasi

Apresiasi Detiktimur Awards 2026 untuk Bahtra Banong dan Solusi Isu Fiskal Daerah

Wahyu SuryaniDiterbitkan 7 Agu 2026 - 23.49 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Apresiasi Detiktimur Awards 2026 untuk Bahtra Banong dan Solusi Isu Fiskal Daerah
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Acara penganugerahan detiktimur Awards 2026 yang berlangsung pada Jumat malam, 7 Agustus 2026, menjadi momentum penting bagi apresiasi kepemimpinan di Indonesia bagian timur. Bertempat di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Direktur Utama detikcom, Abdul Aziz, secara langsung menyerahkan trofi penghargaan untuk kategori Legislator Aspiratif Pendorong Keadilan Sosial dan Agraria kepada Bahtra Banong. Bahtra, yang merupakan kader Partai Gerindra, saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI. Penghargaan ini diinisiasi oleh detikSulsel sebagai bentuk apresiasi kepada berbagai pihak yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi, kepemimpinan, serta program-program berdampak bagi kemajuan masyarakat dan daerah di Indonesia bagian timur.

Penghargaan yang diterima Bahtra Banong ini tidak lepas dari peran aktifnya bersama Komisi II DPR RI dalam merespons berbagai aduan masyarakat terkait konflik pertanahan. Sebagai bagian dari langkah nyata tersebut, Komisi II DPR RI telah menyelenggarakan rapat dengar pendapat (RDP) dan rapat dengar pendapat umum (RDPU) pada Selasa, 19 Mei. Rapat tersebut membahas pengaduan dari koalisi masyarakat di Sulawesi Tengah mengenai konflik agraria yang melibatkan pengelolaan lahan oleh Bank Tanah di wilayah lima desa. Masyarakat setempat melaporkan bahwa lahan mereka secara sepihak ditetapkan sebagai wilayah Bank Tanah tanpa memperhatikan hak-hak masyarakat adat serta tanah ulayat. Selain kasus di Sulawesi Tengah, Komisi II DPR RI juga menerima aduan serupa mengenai konflik lahan serta pengelolaan Hak Guna Usaha (HGU) yang berasal dari wilayah Sumatera Selatan.

Di samping fokus pada isu agraria, perhatian terhadap kesejahteraan aparatur daerah juga menjadi sorotan penting dalam kinerja kedewanan. Saat ini, terdapat kurang lebih 39 daerah di Indonesia yang sedang mengalami kesulitan fiskal yang cukup serius. Keterbatasan ruang fiskal di puluhan wilayah ini berdampak langsung pada kemampuan pemerintah daerah dalam membayarkan gaji para pegawai mereka, baik yang berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun Aparatur Sipil Negara (ASN). Masalah keuangan ini jika dibiarkan tentu dapat mengganggu stabilitas pelayanan publik di tingkat daerah.

Baca Juga

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Untuk mengatasi persoalan fiskal tersebut, Bahtra Banong mengusulkan sebuah solusi kebijakan strategis kepada pemerintah pusat. Ia mengusulkan agar pembayaran gaji PPPK ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat guna mengurangi beban fiskal yang selama ini menghimpit pemerintah daerah. Usulan ini diharapkan dapat memberikan kelonggaran anggaran bagi daerah-daerah yang sedang kesulitan. Menindaklanjuti situasi tersebut, DPR RI dan pemerintah akhirnya mencapai kesepakatan penting untuk menjamin hak-hak para pekerja daerah. Dalam kesepakatan bersama tersebut, diputuskan bahwa tidak akan ada pemotongan gaji bagi ASN dan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja atau pemecatan terhadap PPPK.

Sebagai langkah pendukung untuk mengatasi kendala keuangan daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga akan turun tangan. Kemendagri berkomitmen untuk memberikan pendampingan khusus kepada pemerintah daerah agar mereka dapat memaksimalkan pengelolaan keuangan daerah secara lebih efektif. Di sisi lain, pemerintah daerah juga menaruh harapan besar pada kebijakan anggaran masa depan. Mereka berharap agar anggaran Transfer ke Daerah (TKD) pada tahun 2027 dapat ditingkatkan jumlahnya dibandingkan dengan alokasi pada tahun sebelumnya, sehingga daerah memiliki kapasitas fiskal yang lebih memadai.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Sebagai contoh nyata pengelolaan anggaran di tengah tantangan fiskal, wilayah Kabupaten Lahat berhasil menunjukkan kinerja yang positif. Di bawah kepemimpinan Bupati Pak Cik Ujang, daerah Lahat sukses melakukan efisiensi program kerja dengan nilai mencapai kurang lebih Rp 420 miliar. Langkah efisiensi yang berhasil diterapkan di Kabupaten Lahat ini membuktikan bahwa pengelolaan anggaran yang cermat dan tepat sasaran dapat menjadi salah satu solusi efektif dalam mengatasi tekanan fiskal di tingkat daerah, sekaligus menjadi inspirasi bagi wilayah-wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Komisi II DPR RIKebijakan Fiskaldetiktimur Awards 2026Bahtra Banonggaji PPPKkonflik agraria

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap