Tim SAR gabungan memperluas area penyisiran dalam operasi pencarian lima jurnalis beserta tiga awak kapal yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda. Rombongan tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat dalam perjalanan untuk meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Perluasan wilayah operasi pencarian ini dijadwalkan mulai Rabu (9/9) setelah proses penyisiran pada hari pertama belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan melakukan langkah ini setelah mengevaluasi perkembangan di lapangan serta belum ditemukannya petunjuk awal terkait posisi kapal.
Fokus Pencarian Delapan Korban
Operasi penyelamatan ini memusatkan pencarian pada total delapan orang yang berada di kapal yang sama. Kelima jurnalis yang dicari adalah M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Selain kelima jurnalis, terdapat tiga warga lokal yang turut berada di atas kapal untuk memandu dan mengoperasikan armada laut tersebut. Ketiganya meliputi Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) yang bertindak sebagai pemandu atau guide rombongan.
Amrad dari pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menjelaskan bahwa tim penyisir pada hari pertama belum menemukan tanda-tanda keberadaan fisik kapal maupun delapan korban yang hilang. Oleh sebab itu, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan jangkauan area yang lebih luas.
Kronologi Keberangkatan Rombongan
Berdasarkan keterangan Kepala Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Sandi, rombongan tersebut awalnya menyewa kapal laut milik warga setempat di Dermaga Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Rombongan bertolak dari dermaga menuju perairan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Agenda perjalanan tersebut direncanakan berupa perjalanan pulang-pergi pada hari yang sama untuk keperluan peliputan.
Namun, hingga jadwal kepulangan yang diperkirakan, rombongan tidak kunjung kembali ke dermaga awal dan tidak ada kabar atau informasi yang diterima pihak keluarga maupun warga setempat, hingga akhirnya dilaporkan kepada tim SAR.






