Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan kebakaran lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi atau 0,5 hektare di kawasan Kampung Bandan, Jakarta Utara, pada Senin (14/9/2026). Peristiwa kebakaran tersebut diduga kuat bermula dari bara puntung rokok yang dibuang sembarangan.
Laporan kebakaran pertama kali diterima oleh pihak pemadam kebakaran sekitar pukul 12.55 WIB. Titik alang-alang yang terbakar berlokasi di Jalan Kampung Bandan RT 07 RW 02, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Guna mengatasi kobaran api agar tidak meluas lebih jauh, sebanyak 15 mobil pompa air beserta 80 personel pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke tempat kejadian perkara.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Utara, Gatot Sulaiman, menyampaikan bahwa api diduga dipicu oleh bara dari puntung rokok yang dibuang oleh pihak tidak bertanggung jawab hingga menyulut ilalang kering di area terbuka tersebut. Kobaran api yang membesar kemudian turut merembet ke tumpukan material bambu milik H. Seno yang baru saja diturunkan di lapangan tersebut. Akibat insiden ini, kerugian materiil ditaksir mencapai kurang lebih Rp 60 juta.
Secara umum, petugas telah berhasil mengendalikan kobaran api utama sekitar pukul 14.52 WIB. Setelah api pokok berhasil dikuasai, personel damkar tetap melanjutkan proses penyisiran titik-titik api yang tersisa untuk memastikan area benar-benar aman dan tidak ada bara yang kembali menyala. Operasi pemadaman akhirnya dinyatakan selesai dan api padam total pada pukul 18.22 WIB.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kebakaran di area terbuka kawasan tersebut bukan yang pertama kali terjadi. Pada bulan sebelumnya, tepatnya Senin (10/8) siang, insiden serupa pernah melanda lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) seluas 15.000 meter persegi atau 1,5 hektare di area sekitar. Peristiwa sebelumnya itu juga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan, di mana kepulan asap tebalnya sempat mengganggu kelancaran perjalanan kereta rel listrik (KRL).






