tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Kreator

AS Ancam Sanksi Terberat Sepanjang Sejarah, Iran Beri Jawaban Menohok

Retno PurwantoDiterbitkan 24 Agu 2026 - 06.47 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
AS Ancam Sanksi Terberat Sepanjang Sejarah, Iran Beri Jawaban Menohok
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah hampir enam bulan perang berlangsung. Konflik bersenjata yang dipicu oleh serangan udara AS dan Israel sejak 28 Februari tersebut telah menewaskan ribuan orang di Iran. Di tengah situasi militer yang belum mereda, Washington kini bersiap memperluas tekanan melalui instrumen ekonomi berskala besar.

Pemerintah Iran menegaskan pihaknya sama sekali tidak gentar menghadapi ancaman paket sanksi baru dari AS. Teheran justru menilai langkah terbaru yang dipersiapkan Gedung Putih tersebut sebagai indikasi keputusasaan Washington setelah berbulan-bulan terlibat dalam konfrontasi militer tanpa mencapai tujuannya.

Ancaman Sanksi Terberat AS dan Peringatan Trump

Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Senin (24/8/2026) siang waktu setempat untuk mengumumkan langkah pembatasan baru. Sebelumnya, Bessent telah melontarkan ancaman bahwa AS akan memberlakukan apa yang ia sebut sebagai sanksi terberat sepanjang sejarah terhadap Iran.

Langkah Departemen Keuangan AS tersebut sejalan dengan sikap keras yang ditunjukkan Presiden Donald Trump. Trump sebelumnya telah mengeluarkan peringatan tegas bahwa akan ada konsekuensi ekonomi bagi negara mana pun di dunia yang memberikan segala jenis bantuan kepada Iran.

Baca Juga

Talenta Vokasi Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Talenta Vokasi Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Sikap Menlu Iran: Nilai AS Putus Asa dan Tak Miliki Cara Baru

Menanggapi gertakan Washington, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan bahwa paket sanksi baru yang disiapkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump hanyalah pengulangan dari strategi tekanan masa lalu yang terbukti gagal. Pernyataan tersebut disampaikan Araqchi melalui sebuah rekaman video yang diunggah di platform Telegram pada hari Minggu.

Araqchi menilai keputusan para pemimpin AS untuk beralih dari operasi militer kembali ke rencana-rencana sanksi lama memperlihatkan ketiadaan pendekatan baru dalam menghadapi Teheran. Araqchi pun mendesak Washington untuk mengubah cara komunikasinya dan mulai berbicara dengan Iran secara hormat apabila AS sungguh-sungguh ingin mencari jalan keluar dari konflik yang telah berjalan hampir enam bulan ini.

Upaya Menekan China dan Realitas Ekspor Minyak Iran

Sebagai bagian dari strategi pengetatan ekonomi, Scott Bessent secara aktif mendorong China agar bersedia bekerja sama dengan Washington untuk menekan Teheran. Keterlibatan Beijing dinilai krusial karena posisi strategisnya dalam rantai pasok energi Iran.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Berdasarkan data tahun 2025 dari firma analitik Kpler, China membeli lebih dari 80 persen minyak mentah Iran yang diekspor melalui jalur laut. Meskipun mendapat tekanan dan desakan dari AS untuk membatasi hubungan dagang tersebut, pihak Beijing secara konsisten menyerukan agar konflik yang tengah berlangsung diselesaikan melalui jalur diplomasi dan perundingan damai.

Blokade Selat Hormuz dan Dinamika Keamanan Kawasan

Di samping perang terbuka dan ancaman sanksi ekonomi, Iran memanfaatkan posisi geografisnya untuk menekan arus perdagangan internasional. Selama hampir enam bulan perang berlangsung, Iran telah membuat lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz nyaris terhenti secara total dengan menolak izin perlintasan bagi kapal-kapal tanker minyak yang tidak mengantongi izin resmi Teheran.

Di ranah politik regional, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf pada hari Sabtu mengungkapkan bahwa Teheran telah menerima banyak pesan dari negara-negara tetangga di kawasan mengenai pembentukan skema kerja sama ekonomi dan pengaturan keamanan regional yang baru. Dalam kesempatan tersebut, Qalibaf melontarkan tudingan bahwa AS telah membahayakan keselamatan dan keamanan sekutu-sekutunya sendiri di Timur Tengah demi melayani kepentingan Israel.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IranAmerika Serikat

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  3. 3Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  4. 4Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap