Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatra Utara (Sumut) pada Senin (7/9). Masuknya kabut asap tersebut terdeteksi langsung oleh Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG).
Berdasarkan pantauan citra satelit sebaran asap per pukul 16.00 WIB, asap terpantau telah memasuki kawasan Sumatra Utara. Sebaran asap terlihat utamanya di bagian selatan provinsi tersebut, dengan arah angin yang bertiup mendorong kepulan asap menuju ke arah barat laut.
Ilham Haris Batubara menyampaikan bahwa dari hasil pemantauan BBMKG, kabut asap telah terdeteksi di beberapa daerah di Sumatra Utara. Sejumlah wilayah tersebut meliputi Kabupaten Padanglawas, Padanglawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Mandailing Natal.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Ilham menjelaskan bahwa kabut asap yang memasuki Sumut diperkirakan merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan yang tengah berlangsung di sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Citra satelit juga memperlihatkan adanya potensi sebaran kabut asap mengarah ke wilayah barat laut Sumatra Utara lainnya, seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, dan area sekitarnya. Pergerakan dan kepekatan kabut asap ini dipastikan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan titik panas (hotspot), arah angin, serta kecepatan hembusan angin.
Imbauan BBMKG bagi Warga Terdampak
Menanggapi situasi tersebut, BBMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berdomisili di wilayah terdampak kabut asap, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara di lingkungan masing-masing. Warga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap terpantau semakin pekat.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Apabila kondisi udara terus memburuk dan semakin berasap, masyarakat disarankan untuk mengenakan masker saat harus berkegiatan di luar rumah serta menunda atau mengurangi aktivitas luar ruangan yang sifatnya tidak mendesak. BBMKG juga mengingatkan warga agar menutup pintu dan jendela saat asap mulai masuk ke dalam rumah, serta rutin memantau perkembangan informasi resmi yang dirilis BMKG dan instansi terkait.






