Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti wilayah Kalimantan Barat, memaksa Pemerintah Kota Pontianak memperpanjang kebijakan pembelajaran jarak jauh. Siswa dari berbagai jenjang pendidikan dipastikan masih harus mengikuti proses belajar dari rumah hingga sepekan ke depan sampai kondisi udara membaik.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan bahwa aktivitas belajar mengajar tatap muka di lingkungan sekolah sengaja ditiadakan sementara. Kebijakan belajar secara daring tersebut mencakup jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Antisipasi Lonjakan Kasus ISPA
Langkah perpanjangan sekolah daring ini diambil terutama untuk menekan risiko gangguan pernapasan pada anak-anak. Berdasarkan data pemantauan setempat, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Pontianak tercatat telah menyentuh angka sekitar 300 kasus per hari.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Pemerintah Kota Pontianak sendiri telah menetapkan situasi ini dalam status darurat asap. Untuk meminimalkan dampak buruk polusi, masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan. Warga yang terpaksa bepergian ke luar rumah diimbau untuk selalu mengenakan masker.
Sementara itu, operasional pelayanan publik di lingkungan Pemkot Pontianak dilaporkan tetap berjalan di dalam ruangan tertutup. Bagi aparatur sipil yang mengalami gangguan kesehatan, pemerintah daerah memberlakukan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH).
Meluas ke Jenjang SMA dan Evaluasi Belajar Daring
Penyesuaian metode belajar juga diterapkan pada jenjang menengah atas. Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat mengeluarkan surat edaran tertanggal 29 Agustus 2026 yang menginstruksikan seluruh Kepala SMA, SMK, dan SLB鈥攂aik negeri maupun swasta鈥攄i Kalimantan Barat untuk memperpanjang masa pembelajaran online.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dengan perpanjangan teranyar ini, masa belajar daring akibat kabut asap di Pontianak telah memasuki waktu sekitar tiga pekan sepanjang Agustus 2026.
Meski menjadi langkah perlindungan kesehatan yang mendesak, penerapan metode daring berkepanjangan menghadapi tantangan efektivitas. Diana Cristy Nainggolan, salah seorang guru SD di Pontianak, mengungkapkan bahwa ritme kegiatan belajar mengajar menjadi kurang maksimal selama sekolah tatap muka diliburkan dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah daerah terus memantau pergerakan kualitas udara sebelum memutuskan kepastian tanggal pembukaan kembali kelas fisik.






