Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni merespons laporan mengenai sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan, Indonesia, yang telah mencapai kawasan ibu kota Filipina, Manila. Pemerintah menegaskan komitmen untuk menangani kebakaran tersebut secara optimal.
"Ya kami akan berjuang sekuat tenaga. Kita akan berjuang sekuat tenaga ya untuk bagaimana masyarakat Indonesia bisa terbebas dari karhutla dan juga kepada masyarakat tetangga-tetangga kita," kata Raja Juli seusai menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Kualitas Udara Metro Manila Menurun Tajam
Berdasarkan pantauan otoritas lingkungan Filipina, Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam-Biro Pengelolaan Lingkungan (DENR-NCR), sejumlah kota di kawasan Metro Manila mencatat penurunan kualitas udara pada Selasa (1/9/2026) pagi. Kondisi tersebut berada pada level sangat tidak sehat (very unhealthy) hingga sangat berbahaya bagi kesehatan (acutely unhealthy).
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Laporan media lokal Filipina, seperti ABS-CBN dan Inquirer.net, menyebutkan bahwa kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut diduga kuat berkaitan dengan peristiwa kebakaran hutan yang sedang berlangsung di Kalimantan.
Data pemantauan DENR-EMB per pukul 06.00 waktu setempat mencatat konsentrasi partikulat halus atau PM2,5 yang sangat tinggi di berbagai titik. Partikel berukuran 2,5 mikrometer atau kurang ini memiliki risiko kesehatan tinggi karena mampu menembus sistem pernapasan bagian dalam.
Beberapa wilayah yang mencatat Indeks Kualitas Udara (AQI) tertinggi meliputi:
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

- Paranaque: AQI 296 (Acutely Unhealthy)
- Quezon City: AQI 241 (Acutely Unhealthy)
- Las Pinas: AQI 237 (Acutely Unhealthy)
- Kota Manila: AQI 231 (Acutely Unhealthy)
Peringatan Bahaya bagi Warga
Otoritas lingkungan setempat mengategorikan rentang AQI 201–300 sebagai tingkat yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Pada skala tersebut, dampak buruk polusi udara dapat dirasakan langsung oleh masyarakat umum, sehingga aktivitas di luar ruangan disarankan untuk dibatasi.
Sementara itu, sebagian besar kawasan Metro Manila lainnya mencatat skor AQI pada kisaran 151–200 dengan status Very Unhealthy. Otoritas setempat mengingatkan bahwa paparan partikel udara pada level ini berpotensi memperburuk kondisi individu yang memiliki riwayat gangguan paru-paru dan jantung.






