Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dilaporkan telah mencapai wilayah Manila, Filipina, pada Selasa. Sebaran asap yang terbawa dari titik api berjarak hampir 2.000 kilometer (1.242 mil) tersebut memicu peringatan darurat kesehatan masyarakat di kawasan ibu kota Filipina.
Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Filipina mengonfirmasi bahwa indeks kualitas udara di sejumlah titik Metro Manila telah menyentuh kategori sangat tidak sehat (acutely unhealthy). Kondisi yang terus memburuk ini membuat otoritas setempat mengambil langkah tanggap darurat, termasuk penghentian sementara seluruh aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah di wilayah Quezon City guna melindungi para siswa dari paparan polutan berbahaya.
Pacu Inovasi, Apresiasi Pemda Berprestasi Hadir di Sulawesi

Pakar kesehatan setempat mengimbau warga Metro Manila untuk mewajibkan penggunaan masker standar N95 saat beraktivitas di luar ruangan. Udara luar dinilai mengandung konsentrasi partikel mikro berbahaya yang dapat memicu gangguan pernapasan akut.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Fisikawan atmosfer dari Institut Ilmu Lingkungan dan Meteorologi Universitas Filipina, Gerry Bagtasa, menjelaskan bahwa analisis citra satelit memperlihatkan pergerakan polutan yang berasal dari eskalasi kebakaran hutan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Emisi partikel halus tersebut terdorong melintasi batas negara menuju wilayah utara akibat tiupan angin barat daya.






