Kepulan asap membubung di sekitar kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat dua insiden kebakaran yang terjadi secara hampir bersamaan di dua titik berbeda, yakni di wilayah Kosambi, Kabupaten Tangerang, dan Batuceper, Kota Tangerang.
Meski sempat memicu kekhawatiran masyarakat dan pengguna jasa transportasi udara, manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta memastikan seluruh aktivitas penerbangan tetap berjalan normal, aman, dan lancar. Berdasarkan hasil pemantauan Airport Operation Control Center (AOCC), asap dari kedua peristiwa kebakaran di luar area bandara tersebut tidak mengganggu jarak pandang maupun jalur operasional. Seluruh jadwal pergerakan keberangkatan dan kedatangan pesawat dilaporkan tetap berlangsung sesuai jadwal.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kebakaran pertama terjadi di wilayah Batuceper, Kota Tangerang, tepatnya di Jalan Pembangunan I yang berada di sisi selatan Bandara Soetta. Objek yang terbakar merupakan bangunan pabrik. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengonfirmasi bahwa laporan kejadian pertama kali diterima petugas pada pukul 12.37 WIB. Untuk memadamkan amukan api di lokasi industri tersebut, sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran bersama 50 personel diterjunkan ke titik lokasi.
Selang waktu singkat, kebakaran kedua dilaporkan melanda kompleks Pergudangan Kosambi Permai Extension di wilayah Kosambi, Kabupaten Tangerang, yang berlokasi di sebelah utara Bandara Soetta. Peristiwa yang dilaporkan sekitar pukul 13.54 WIB tersebut membakar sedikitnya lima unit bangunan gudang, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Pos Damkar Kosambi Kabupaten Tangerang, Husni.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Hingga penanganan berlangsung, petugas pemadam kebakaran dari wilayah Kota maupun Kabupaten Tangerang masih terus berjibaku di lapangan untuk memadamkan kobaran api dan melokalisasi area agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitarnya. Penyebab pasti dari timbulnya api di kedua lokasi industri dan pergudangan tersebut masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan lebih lanjut.






