tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Digital

Asing Borong BBRI Rp628 Miliar, Saham Bank Jadi Primadona

Lidya RumbayanDiterbitkan 23 Agu 2026 - 03.02 · 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Asing Borong BBRI Rp628 Miliar, Saham Bank Jadi Primadona
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Aksi beli bersih atau net buy oleh investor asing kembali mewarnai jalannya perdagangan di pasar saham Indonesia pada perdagangan hari Jumat, 21 Agustus 2026. Kehadiran aliran modal masuk dari investor mancanegara tersebut memberikan angin segar bagi pasar ekuitas domestik menjelang penutupan pekan. Berdasarkan catatan data transaksi pasar modal pada hari tersebut, pelaku pasar internasional menunjukkan minat beli yang melampaui tekanan jual, dengan transaksi yang terkonsentrasi secara masif pada sejumlah emiten unggulan, khususnya di sektor industri perbankan.

Dalam keseluruhan aktivitas transaksi harian di pasar saham Indonesia pada Jumat tersebut, nilai transaksi beli yang dibukukan oleh investor asing tercatat mencapai angka Rp5,891 triliun. Di sisi berlawanan, nilai transaksi penjualan saham oleh investor asing berada pada besaran Rp4,916 triliun. Dengan membandingkan kedua nilai transaksi tersebut, pasar saham Indonesia berhasil mengumpulkan nilai beli bersih atau net buy asing secara keseluruhan sebesar Rp974,6 miliar dalam satu hari perdagangan.

Keberhasilan pasar saham domestik membukukan net buy hingga mendekati angka satu triliun rupiah ini menegaskan bahwa daya tarik aset keuangan Indonesia tetap menjadi perhatian utama para pengelola modal global. Arus masuk dana asing ini sekaligus memperlihatkan bagaimana pergerakan modal lintas batas terus mencari instrumen saham yang memiliki likuiditas transaksi tinggi serta profil operasional yang solid di pasar keuangan nasional.

Dinamika Transaksi dan Arus Modal Asing di Pasar Modal Indonesia

Perdagangan saham pada hari Jumat, 21 Agustus 2026, mencatatkan intensitas perdagangan yang cukup dinamis antara pihak pembeli dan penjual asing. Transaksi pembelian pemodal internasional yang menyentuh angka Rp5,891 triliun menunjukkan komitmen akumulasi portofolio yang signifikan. Besaran transaksi beli ini melampaui nilai pelepasan aset atau transaksi penjualan asing yang tercatat sebesar Rp4,916 triliun pada hari yang sama.

Selisih positif antara pembelian dan penjualan tersebut menghasilkan angka net buy sebesar Rp974,6 miliar. Kondisi ini memperlihatkan bahwa secara agregat pasar modal Indonesia mengalami surplus likuiditas asing pada penutupan pekan tersebut. Arus modal masuk bersih ini tersebar ke berbagai instrumen ekuitas, namun konsentrasi utamanya tertuju pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar yang memiliki rekam jejak likuiditas tinggi.

Pola transaksi beli bersih sebesar Rp974,6 miliar dalam satu hari bursa ini mencerminkan mekanisme penyerapan saham yang efektif oleh para pemodal luar negeri. Ketika volume pembelian mencapai Rp5,891 triliun dan volume penjualan tertahan di Rp4,916 triliun, keseimbangan pasar modal domestik terdorong ke arah sentimen akumulasi yang memperkuat posisi instrumen saham lokal dalam portofolio investasi global.

Lonjakan Saham BBRI sebagai Penggerak Utama Aksi Beli Bersih

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menempati peringkat teratas sebagai saham yang paling banyak diburu oleh investor asing pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026. Berdasarkan catatan transaksi bursa, BBRI membukukan nilai beli bersih atau net buy asing terbesar di pasar saham Indonesia dengan nilai mencapai Rp628,5 miliar. Angka net buy ini menjadikan BBRI sebagai instrumen penggerak utama dari keseluruhan arus modal masuk asing pada hari tersebut.

Besarnya aliran modal asing yang masuk ke tubuh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tersebut berbanding lurus dengan pergerakan harga sahamnya di papan perdagangan. Pada penutupan sesi perdagangan, harga saham BBRI terpantau melesat naik sebesar 2,87% hingga mendarat pada level harga 3.230 per lembar saham. Kenaikan harga sebesar 2,87% menuju level 3.230 ini merefleksikan tingginya permintaan beli yang masuk dari pemodal internasional sepanjang jam perdagangan berlangsung.

Akumulasi pembelian asing sebesar Rp628,5 miliar pada saham BBRI tersebut mencakup porsi yang sangat dominan dari keseluruhan net buy pasar modal Indonesia yang tercatat sebesar Rp974,6 miliar. Dengan kontribusi nilai beli bersih yang melampaui setengah dari total net buy asing di seluruh bursa, saham BBRI membuktikan posisinya sebagai instrumen favorit bagi investor luar negeri yang ingin menempatkan modal dalam skala besar.

Komposisi Arus Dana pada Empat Bank Besar Nasional

Selain membanjiri saham BBRI, minat beli investor asing pada hari Jumat, 21 Agustus 2026, juga tertuju secara luas pada jajaran emiten perbankan papan atas lainnya di Indonesia. Data transaksi perdagangan menunjukkan bahwa empat saham bank besar nasional—yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)—secara kumulatif membukukan total net buy asing sekitar Rp1,15 triliun.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Di urutan saham perbankan setelah BBRI, terdapat saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menempati posisi strategis dalam daftar serbuan modal asing. Emiten perbankan swasta terkemuka ini mencatatkan nilai beli bersih oleh investor asing sebesar Rp269,1 miliar. Pembelian bersih bernilai ratusan miliar rupiah ini memperlihatkan tingginya minat pemodal luar negeri terhadap saham BBCA di samping saham-saham perbankan milik negara.

Selanjutnya, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga menjadi salah satu sasaran utama aksi beli bersih oleh pemodal asing. Pada perdagangan tersebut, saham BMRI sukses membukukan net buy asing sebesar Rp140 miliar. Aliran modal ini menempatkan BMRI sebagai salah satu pilar penopang penting dalam komposisi portofolio perbankan yang dikoleksi oleh investor global di bursa domestik.

Melengkapi jajaran perbankan terkemuka, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turut mencatat kinerja transaksi beli bersih yang solid dari investor asing. Sepanjang sesi perdagangan Jumat tersebut, BBNI mencatatkan akumulasi net buy asing sebesar Rp113,1 miliar. Masuknya dana asing senilai Rp113,1 miliar pada BBNI semakin mempertegas dominasi sektor perbankan sebagai pilihan utama instrumen investasi pemodal internasional.

Akumulasi total net buy sebesar sekitar Rp1,15 triliun pada empat emiten perbankan (BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI) ini bahkan melampaui angka net buy asing keseluruhan bursa yang berada di angka Rp974,6 miliar. Fenomena ini mengindikasikan adanya pergeseran likuiditas dari sektor atau saham lain, di mana dana yang diperoleh atau dialokasikan oleh investor asing difokuskan secara terkonsentrasi pada kelompok saham empat bank terbesar tersebut.

Diversifikasi Pemodal Luar Negeri di Sektor Non-Perbankan

Meskipun sektor perbankan menyerap aliran dana terbesar, investor asing juga tercatat mengalirkan modal mereka ke beberapa emiten di luar kelompok bank konvensional pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026. Diversifikasi penempatan modal ini terlihat dari masuknya dana pemodal luar negeri ke saham sektor jasa keuangan lainnya serta sektor industri petrokimia.

Salah satu emiten yang mencatatkan nilai beli bersih asing yang sangat menonjol di luar sektor perbankan adalah PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC). Berdasarkan data perdagangan bursa, saham APIC berhasil menempati posisi kedua sebagai saham yang paling banyak diborong oleh investor asing setelah BBRI. Nilai net buy asing yang tercatat pada saham PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) mencapai angka Rp297,1 miliar.

Pencapaian net buy saham APIC sebesar Rp297,1 miliar tersebut menempatkannya tepat di atas saham bank besar seperti BBCA (Rp269,1 miliar), BMRI (Rp140 miliar), dan BBNI (Rp113,1 miliar). Hal ini menunjukkan adanya transaksi pembelian asing yang cukup masif dan terarah pada emiten jasa keuangan tersebut di sepanjang sesi perdagangan akhir pekan.

Selain itu, aliran modal asing juga menyasar sektor industri dasar dan petrokimia melalui transaksi pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Data perdagangan mencatat bahwa saham TPIA mengantongi nilai beli bersih dari investor asing sebesar Rp137,3 miliar. Torehan ini menempatkan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebagai salah satu tujuan utama penempatan modal asing di luar emiten-emiten sektor keuangan.

Perbandingan Aliran Likuiditas Antaremiten Unggulan

Jika dilakukan perbandingan menyeluruh terhadap emiten-emiten yang mencatatkan nilai beli bersih terbesar pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, terlihat struktur distribusi modal asing yang sangat menarik. Posisi teratas dipegang mutlak oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan perolehan net buy sebesar Rp628,5 miliar, sekaligus mencatatkan apresiasi harga saham sebesar 2,87% ke level 3.230.

Baca Juga

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Di posisi kedua, PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) menyusul dengan perolehan beli bersih asing sebesar Rp297,1 miliar. Di peringkat ketiga, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyerap dana asing dengan catatan net buy senilai Rp269,1 miliar. Ketiga saham teratas ini menjadi penampung utama aliran modal masuk pemodal internasional pada hari tersebut.

Pada kelompok berikutnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menempati urutan keempat dengan raihan net buy asing sebesar Rp140 miliar. Angka ini ditempel ketat oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) di posisi kelima yang membukukan net buy sebesar Rp137,3 miliar. Sementara itu, posisi keenam dalam daftar saham unggulan penerima dana asing ditempati oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan nilai net buy sebesar Rp113,1 miliar.

Daftar urutan perolehan beli bersih asing tersebut memperlihatkan bahwa enam saham unggulan—yaitu BBRI (Rp628,5 miliar), APIC (Rp297,1 miliar), BBCA (Rp269,1 miliar), BMRI (Rp140 miliar), TPIA (Rp137,3 miliar), dan BBNI (Rp113,1 miliar)—menjadi destinasi utama penyerapan likuiditas asing di pasar modal Indonesia sepanjang perdagangan penutupan pekan.

Signifikansi Total Transaksi Pembelian dan Penjualan Asing

Total aktivitas perdagangan investor asing pada Jumat, 21 Agustus 2026, yang melibatkan nilai pembelian sebesar Rp5,891 triliun dan penjualan sebesar Rp4,916 triliun, mencerminkan besarnya perputaran likuiditas lintas batas di Bursa Efek Indonesia. Nilai perputaran transaksi kotor (gross turnover) asing yang melampaui Rp10 triliun ini menunjukkan bahwa partisipasi modal internasional memegang peranan krusial dalam membentuk kedalaman likuiditas pasar modal tanah air.

Selisih bersih transaksi sebesar Rp974,6 miliar menjadi indikator konkret bahwa minat beli pemodal asing melampaui intensitas penjualannya. Ketika nilai beli sebesar Rp5,891 triliun mampu mengatasi tekanan jual Rp4,916 triliun, pasar modal domestik mendapatkan dorongan daya beli yang cukup kuat untuk mempertahankan stabilitas harga saham-saham berbobot besar.

Perbandingan antara net buy total bursa sebesar Rp974,6 miliar dan akumulasi net buy pada empat bank besar (BBRI, BBCA, BMRI, BBNI) yang mencapai sekitar Rp1,15 triliun memberikan gambaran jelas mengenai preferensi sektoral investor asing. Hal ini menunjukkan bahwa investor global sangat memprioritaskan sektor perbankan, sementara sebagian saham di sektor lain mungkin mengalami aksi jual bersih yang mengimbangi total agregat pasar.

Implikasi Aliran Dana Masuk bagi Pasar Saham Domestik

Masuknya dana asing melalui transaksi beli bersih sebesar Rp974,6 miliar pada penutupan pekan perdagangan, Jumat (21/8/2026), memberikan pengaruh langsung terhadap dinamika harga di bursa. Kenaikan harga saham BBRI sebesar 2,87% hingga menyentuh level 3.230 per lembar saham merupakan salah satu manifestasi nyata dari besarnya dorongan likuiditas beli bersih senilai Rp628,5 miliar pada emiten tersebut.

Keberadaan akumulasi dana asing pada emiten-emiten berkapitalisasi besar seperti BBRI, BBCA, BMRI, BBNI, APIC, dan TPIA memperlihatkan bahwa arus modal internasional terkonsentrasi pada aset-aset yang memiliki peran strategis dalam struktur bursa domestik. Arus dana masuk ini memperkuat likuiditas perdagangan harian dan menjaga minat pelaku pasar terhadap pergerakan saham-saham unggulan di Indonesia.

Secara keseluruhan, data perdagangan pada Jumat, 21 Agustus 2026, menegaskan posisi saham-saham perbankan nasional sebagai instrumen primadona bagi investor asing. Dengan total pembelian asing mencapai Rp5,891 triliun, penjualan Rp4,916 triliun, net buy bursa Rp974,6 miliar, serta perolehan net buy empat bank besar yang mencapai sekitar Rp1,15 triliun, pasar ekuitas Indonesia menutup perdagangan pekan tersebut dengan catatan aliran modal masuk yang signifikan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bursa Efek IndonesiaNet Buy AsingSaham Perbankan

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

🔥

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator · 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan · 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning · 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis · 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik · 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap