Investor asing mencatatkan aksi beli bersih pada sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu, 2 September 2026. Minat beli terhadap sektor finansial ini berlangsung ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan tipis serta pemodal asing secara akumulatif mencatatkan penjualan bersih di pasar saham domestik.
IHSG mengakhiri sesi perdagangan dengan turun 4,16 poin atau 0,06 persen ke level 6.595,78. Pada pembukaan perdagangan, indeks komposit berada di level 6.625,39. Sepanjang sesi berlangsung, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.629,54 dan menyentuh level terendah di posisi 6.561,00.
Aktivitas perdagangan saham di bursa mencatatkan nilai transaksi mencapai sekitar Rp16,80 triliun. Sementara itu, total volume perdagangan tercatat sebanyak 63,13 miliar saham dengan frekuensi perdagangan mencapai 2,44 juta kali transaksi.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Secara kumulatif di seluruh pasar, investor asing sebetulnya membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp326,6 miliar. Kendati demikian, aksi jual tersebut tidak menghalangi aliran dana masuk ke saham-saham perbankan utama.
Saham Perbankan yang Dibeli Asing
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan nilai net buy asing terbesar pada perdagangan hari tersebut, yakni mencapai Rp154,5 miliar.
Minat beli pemodal asing juga terarah pada saham perbankan milik negara. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan nilai beli bersih asing terbesar kedua dengan capaian Rp149,9 miliar.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Selain kedua emiten tersebut, saham perbankan pelat merah lainnya turut menjadi target akumulasi beli oleh investor nonresiden. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan net buy asing senilai Rp55,5 miliar, disusul oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang mengantongi net buy sebesar Rp27,6 miliar.
Akumulasi pada saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI tersebut mencerminkan fokus aliran likuiditas asing pada sektor perbankan terkemuka di tengah dinamika pergerakan IHSG.






