Aktivitas beli bersih (net buy) oleh investor asing kembali mengalir deras ke pasar modal Indonesia. Pada perdagangan Selasa (1/9/2026), pemodal nonresiden membukukan aksi beli bersih jumbo hingga mencapai Rp2,03 triliun, dengan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi fokus buruan utama.
Masuknya dana asing dalam skala besar tersebut langsung mendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan perdagangan hari itu, IHSG melesat 1,14% atau bertambah 74,46 poin dan berakhir di level 6.599,94.
Saham Perbankan Jadi Penopang Utama IHSG
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin daftar saham yang paling banyak dikoleksi investor asing. Nilai net buy di saham BBRI mencapai Rp841 miliar, yang terbentuk dari total pembelian asing sebesar Rp1,15 triliun melawan penjualan senilai Rp305,9 miliar. Saham BBRI ditutup menguat 4% ke level Rp3.380 per saham dan menyumbang bobot 13,98 poin terhadap kenaikan IHSG.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Di urutan berikutnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan net buy asing sebesar Rp435,4 miliar, hasil dari akumulasi beli Rp646,8 miliar dan jual Rp211,5 miliar. Saham BBCA parkir di posisi Rp6.600 serta menyumbangkan 9,39 poin ke indeks. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan net buy senilai Rp172,3 miliar dan ditutup pada level Rp4.320, memberikan dorongan 7,82 poin terhadap indeks.
Secara kumulatif, pergerakan tiga emiten perbankan papan atas tersebut menyumbang sekitar 31,19 poin terhadap keseluruhan reli IHSG.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Arus Modal Asing di Luar Sektor Perbankan
Selain sektor finansial, aliran modal investor asing juga merambah sejumlah saham di sektor energi dan bahan baku.
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatatkan aksi beli bersih asing senilai Rp183,2 miliar. Posisi tersebut disusul oleh PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang mengantongi net buy Rp179,5 miliar. Sedangkan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan nilai beli bersih asing sebesar Rp172,3 miliar, sejajar dengan torehan dana asing yang masuk ke saham BMRI.






