Aksi jual bersih oleh investor asing masih membayangi perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada penutupan sesi I, Jumat (28/8/2026). Kendati mencatatkan net foreign sell secara akumulatif di seluruh pasar, aliran modal asing justru tampak mengalir deras ke saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, total nilai beli investor asing pada sesi pertama mencapai Rp2,08 triliun, berbanding nilai jual yang menyentuh Rp2,21 triliun. Selisih transaksi tersebut membuat pemodal non-domestik membukukan penjualan bersih sebesar Rp125,08 miliar.
Meskipun asing keluar dari pasar secara agregat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap bergerak positif dengan menguat 0,42% ke posisi 6.548,86 hingga jeda siang. Penopang utama laju indeks datang dari saham-saham big cap, terutama emiten di sektor finansial yang aktif dikoleksi pemodal luar negeri.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Perbankan Jadi Sasaran Beli Utama
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati posisi teratas sebagai saham yang paling banyak diborong asing pada sesi I, dengan nilai net buy mencapai Rp358,24 miliar. Minat beli juga menyasar emiten perbankan pelat merah lainnya.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan akumulasi beli bersih asing senilai Rp80,86 miliar. Selain itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turut masuk dalam jajaran teratas dengan capaian net buy masing-masing sebesar Rp28,23 miliar dan Rp25,34 miliar. Di luar sektor perbankan, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga membukukan aksi beli bersih investor asing senilai Rp89,86 miliar.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Tekanan Jual di Saham Teknologi dan Komoditas
Kontras dengan sektor keuangan, tekanan jual asing terkonsentrasi pada saham teknologi dan komoditas. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi emiten yang paling banyak dilepas asing pada paruh pertama perdagangan dengan net sell sebesar Rp134,90 miliar.
Aksi lego oleh investor asing juga terlihat pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai penjualan bersih Rp87,85 miliar. Sementara itu, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyusul dengan catatan net foreign sell masing-masing sebesar Rp62,62 miliar dan Rp44,86 miliar.






