Arus modal asing kembali membanjiri pasar keuangan domestik, terutama melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN), pasar saham, serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Kembalinya minat investor nonresiden ini memberi sokongan likuiditas valuta asing yang berdampak langsung pada penguatan posisi rupiah di pasar spot.
Berikut ringkasan data dan jawaban atas pertanyaan utama seputar kembalinya investor asing ke pasar portofolio Indonesia.
Berapa besar dana asing yang masuk ke pasar domestik pada Agustus 2026?
Aliran modal asing mencatat arus masuk bersih (net inflow) sekitar US$2,08 miliar pada periode Agustus 2026, di saat nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.693 per dolar AS.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, total dana asing yang mengalir masuk ke kombinasi instrumen SBN, saham, dan SRBI telah menembus sekitar US$7,72 miliar.
Bagaimana rincian penempatan dana investor asing tersebut?
Dari total dana bersih sekitar US$2,08 miliar yang masuk pada Agustus 2026, penempatannya terbagi ke tiga instrumen utama:
- Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI): menyerap arus modal asing terbesar, yaitu sekitar US$1,07 miliar.
- Surat Berharga Negara (SBN): mencatat arus masuk sekitar US$0,93 miliar.
- Pasar Saham: menghimpun arus masuk sekitar US$0,08 miliar.
Bagaimana perkembangan kepemilikan asing di SBN?
Minat terhadap obligasi pemerintah terlihat dari peningkatan nominal kepemilikan asing di pasar SBN. Data per 20 Agustus 2026 mencatat kepemilikan investor asing pada SBN mencapai sekitar Rp909 triliun. Angka ini naik dibandingkan posisi pada akhir Juli 2026 yang tercatat sebesar Rp892 triliun.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Apa catatan Bank Indonesia terkait kinerja investasi portofolio kuartal III-2026?
Bank Indonesia melaporkan bahwa aliran investasi portofolio asing pada kuartal III-2026 hingga 14 Agustus 2026 membukukan net inflows sebesar US$1,8 miliar.
Menurut Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, aliran modal asing pada periode ini ditopang oleh beberapa katalis utama, yaitu penerbitan obligasi global (global bond) oleh pemerintah serta konsistensi aliran dana masuk pada instrumen SBN dan SRBI.






