Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan signifikan di tengah derasnya arus modal keluar oleh investor asing sepanjang pekan perdagangan 7 hingga 11 September 2026. Kendati pasar saham domestik dibayangi aksi jual masif, sejumlah emiten berkapitalisasi besar dan komoditas tercatat tetap menjadi sasaran beli bersih (net foreign buy).
IHSG tercatat terkoreksi 1,66 persen dalam kurun sepekan dan mendarat ke level 6.541,38 pada penutupan perdagangan Jumat (11/9/2026). Penurunan ini sejalan dengan total aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp3,36 triliun. Secara rinci, nilai transaksi penjualan asing mencapai Rp26,065 triliun, melampaui total nilai pembelian asing yang bertengger di angka Rp22,704 triliun.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Daftar 10 Saham yang Diborong Asing
Di balik tekanan jual tersebut, beberapa saham terpantau mencatatkan akumulasi beli asing dalam jumlah signifikan. Emiten pertambangan BUMN, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), memimpin daftar buruan pemodal asing dengan torehan net buy terbesar sepanjang pekan.
Berikut rincian sepuluh saham dengan nilai beli bersih asing tertinggi pada periode 7–11 September 2026:
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

- PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM): Rp693,3 miliar
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Rp407,1 miliar
- PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA): Rp322,6 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp190,3 miliar
- PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA): Rp93,7 miliar
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP): Rp93,1 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Rp89,2 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp84,9 miliar
- PT United Tractors Tbk (UNTR): Rp79 miliar
- PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG): Rp75,4 miliar
Aksi akumulasi ini menunjukkan minat selektif pemodal non-residen pada emiten berbasis tambang, energi, perbankan, hingga konsumer, kendati sentimen pasar secara keseluruhan masih memicu keluarnya likuiditas asing dalam jumlah besar.






