Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi target utama akumulasi investor asing di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Senin (31/8/2026), bertepatan dengan penguatan terbatas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
BBRI mencatatkan nilai beli bersih (net buy) asing terbesar di pasar reguler, yakni mencapai Rp371,3 miliar. Minat beli pemodal luar negeri terhadap saham bank pelat merah tersebut menguat setelah perseroan memublikasikan laporan kinerja keuangan semester 1 2026.
Nilai akumulasi asing pada BBRI terpaut cukup jauh di atas emiten-emiten lain yang turut menjadi incaran. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berada di posisi berikutnya dengan catatan net buy asing Rp261,2 miliar, disusul PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) sebesar Rp135 miliar, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp103,9 miliar, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) senilai Rp95,8 miliar.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Aksi borong pada BBRI berlangsung di tengah pergerakan IHSG yang ditutup menguat tipis 7,36 poin atau 0,11% ke level 6.525,48. Sepanjang sesi perdagangan, indeks komposit bergerak fluktuatif dari level terendah 6.476,18 sebelum sempat menyentuh level tertinggi di 6.528,10.
Meskipun sejumlah saham perbankan dan energi diborong, investor asing secara agregat membukukan jual bersih (net sell) senilai Rp434,2 miliar di seluruh pasar. Total nilai transaksi pemodal asing tercatat Rp21,83 triliun, yang terdiri dari aksi beli sebesar Rp10,70 triliun dan aksi jual Rp11,13 triliun.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Pergerakan pasar secara keseluruhan diwarnai oleh aktivitas penyesuaian portofolio para pengelola dana menjelang berlakunya hasil perombakan portofolio (rebalancing) indeks MSCI. Hingga akhir perdagangan, bursa mencatat volume transaksi sebanyak 48,93 miliar saham dengan nilai total Rp24,72 triliun dari 2,37 juta kali transaksi. Tercatat 413 saham berhasil menguat, 245 saham melemah, dan 305 saham berakhir stagnan.






