Arus modal asing mengalir deras ke pasar modal Indonesia pada perdagangan Selasa (1/9/2026). Data perdagangan mencatat investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp2,03 triliun di seluruh pasar dalam tempo satu hari perdagangan.
Sektor perbankan berkapitalisasi besar menjadi sasaran utama akumulasi dana asing. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan nilai pembelian bersih tertinggi dengan net buy sebesar Rp841 miliar. Total akumulasi beli asing pada saham BBRI menembus Rp1,15 triliun, jauh melampaui tekanan jual yang berada di angka Rp305,9 miliar.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengekor di urutan kedua dengan catatan net buy asing senilai Rp435,4 miliar, yang berasal dari total transaksi beli Rp646,8 miliar dan jual Rp211,5 miliar.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Aliran modal global juga terpantau merambah sektor mineral dan pertambangan. Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) membukukan net buy Rp183,2 miliar, disusul PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) sebesar Rp179,5 miliar. Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sama-sama menghimpun aksi beli bersih asing masing-masing sebesar Rp172,3 miliar.
Aksi Jual Asing di Saham Teknologi dan Tambang
Kendati arus dana masuk terbilang masif, sejumlah emiten justru mengalami tekanan jual dari pemodal luar negeri. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan penjualan bersih (net sell) terbesar oleh asing dengan nilai Rp152,5 miliar. Aksi lepas portofolio asing berlanjut pada saham KOTA sebesar Rp92,7 miliar serta ISAT senilai Rp84 miliar.
Beberapa emiten komoditas dan tambang turut dilepas investor asing, antara lain EMAS dengan catatan net sell Rp64,1 miliar, disusul BRMS sebesar Rp40 miliar, dan ITMG yang mencatatkan jual bersih Rp39,5 miliar.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Deru beli investor asing pada saham-saham berbobot besar memberikan dorongan signifikan terhadap laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan perdagangan Selasa, indeks ditutup menguat 1,14% atau naik 74,46 poin ke posisi 6.599,94.
Kenaikan indeks komposit tersebut ditopang kuat oleh tiga emiten perbankan raksasa. BBRI menjadi kontributor penggerak terbesar dengan sumbangan 13,98 poin terhadap kenaikan indeks, disusul oleh BBCA dengan kontribusi 9,39 poin, dan BMRI yang menyumbang 7,82 poin.






