Arus dana investor asing membanjiri pasar keuangan domestik dengan total aliran modal masuk (capital inflow) menembus angka Rp141,6 triliun per 11 September 2026. Masuknya likuiditas dalam jumlah besar ini memberikan sentimen positif bagi stabilitas nilai tukar serta likuiditas pasar modal tanah air.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa derasnya arus modal asing tersebut membuktikan tingginya kepercayaan global terhadap ketahanan ekonomi nasional. Optimisme pelaku pasar internasional didukung oleh pengakuan sejumlah lembaga pemeringkat kredit terkemuka, seperti S&P Global yang menyematkan peringkat BBB dengan outlook stabil, serta Lianhe Ratings Global dengan peringkat AAA dan outlook stabil.
Fondasi Makroekonomi Solid
Purbaya memaparkan bahwa kepercayaan investor tidak lepas dari indikator ekonomi makro yang menunjukkan kinerja solid sepanjang tahun berjalan. Pada semester I-2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai 5,45 persen, dibarengi tingkat inflasi tahunan (YoY) yang terkendali di posisi 3,19 persen pada Agustus.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Sektor eksternal juga menunjukkan daya tahan yang kokoh. Sepanjang periode Januari hingga Juli, neraca perdagangan membukukan surplus sebesar US$3,7 miliar. Kondisi tersebut turut memperkuat posisi cadangan devisa nasional yang tercatat sebesar US$146,5 miliar per akhir Agustus.
Peran Disiplin Fiskal APBN
Di samping ketahanan eksternal, disiplin pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai menjadi jangkar utama penarik modal asing. APBN secara konsisten difungsikan sebagai penyerap risiko gejolak ekonomi, pendorong agenda pembangunan, sekaligus penjamin keberlanjutan fiskal.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara mencatatkan pertumbuhan 21,3 persen didukung belanja negara yang tetap ekspansif, dengan defisit anggaran terjaga rendah di level 0,91 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Kinerja defisit fiskal tersebut terpantau tetap stabil di kisaran 0,9 persen dari PDB hingga pengujung Agustus 2026, memberikan kepastian bagi investor bahwa stabilitas fiskal jangka menengah tetap terkendali.






