Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyoroti penyebab terjadinya antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Makassar, Sulawesi Selatan. Berdasarkan hasil pemantauan dan temuan aparat di lapangan, kepadatan tersebut tidak hanya dipicu oleh peningkatan konsumsi masyarakat, tetapi juga diakibatkan oleh praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi serta pergeseran pola konsumsi kalangan mampu.
Bahlil mencatat bahwa salah satu pemicu utama antrean panjang adalah banyaknya konsumen dari kelas menengah ke atas yang beralih menggunakan BBM bersubsidi. Kondisi ini membuat kuota BBM bersubsidi yang dialokasikan bagi masyarakat yang berhak menjadi tertekan dan memicu antrean kendaraan di berbagai stasiun pengisian bahan bakar.
Selain peralihan konsumsi tersebut, pemerintah dan aparat kepolisian menemukan indikasi kuat penimbunan melalui modus modifikasi kendaraan. Praktik kecurangan ini dilakukan dengan cara merombak tangki bahan bakar kendaraan agar mampu menampung BBM dalam jumlah yang sangat besar di luar batas wajar.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Temuan kepolisian di Makassar mengungkap adanya kendaraan pribadi hingga armada angkutan, seperti mobil jenis Fortuner dan truk, yang bagian belakangnya telah dipasangi tangki rakitan khusus. Kapasitas tangki modifikasi tersebut tercatat mampu menampung bahan bakar mulai dari 700 liter hingga mencapai 1 ton.
Bahlil membandingkan temuan kapasitas tersebut dengan kebutuhan normal kendaraan pribadi harian. Pada mobil berkapasitas standar seperti Avanza, tangki bahan bakar sekitar 50 liter umumnya sudah cukup untuk menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 200 hingga 300 kilometer. Keberadaan tangki rakitan berkapasitas ratusan liter hingga 1 ton dinilai jelas sebagai upaya penampungan dan penimbunan BBM bersubsidi secara ilegal.
Guna menyelesaikan persoalan antrean dan menindak penyalahgunaan BBM di lapangan, pemerintah pusat langsung mengambil langkah taktis dengan menggandeng pemangku kepentingan daerah. Kementerian ESDM telah berkoordinasi secara intensif dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Wali Kota Makassar, serta jajaran kepolisian setempat.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Bahlil menyampaikan bahwa koordinasi lintas instansi tersebut kini telah membuahkan hasil nyata di lapangan. Antrean panjang kendaraan yang sempat terjadi di sejumlah titik SPBU di Makassar dilaporkan sudah mulai terurai dan situasi distribusi perlahan kembali normal.
Terkait langkah preventif lanjutan yang akan diterapkan ke depan, Bahlil menegaskan pemerintah sengaja tidak merinci secara detail teknis pengawasannya. Pembatasan rincian informasi publik mengenai strategi antisipasi tersebut dilakukan secara sengaja agar tidak membuka celah bagi pihak-pihak tertentu yang berniat mencari celah hukum dan mengulang penyalahgunaan BBM subsidi.






