tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Infrastruktur

Bak di Tokyo, Jakarta Bakal Punya Mal Bawah Tanah Nyambung MRT

Lidya RumbayanDiterbitkan 23 Agu 2026 - 08.16 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Bak di Tokyo, Jakarta Bakal Punya Mal Bawah Tanah Nyambung MRT
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Pengembangan kawasan komersial dan sistem transportasi massal di Jakarta terus bergerak menuju babak baru yang lebih terintegrasi. Salah satu langkah strategis yang kini tengah dieksplorasi secara mendalam adalah penguatan konektivitas bawah tanah yang menghubungkan stasiun-stasiun kereta bawah tanah milik PT MRT Jakarta (Perseroda) dengan area komersial di sekitarnya. Melalui pendekatan ini, Jakarta berupaya menghadirkan pengalaman mobilitas perkotaan modern yang selama ini menjadi ciri khas kota-kota megapolitan dunia seperti Tokyo. Keterpaduan antara infrastruktur transportasi rel dan fasilitas komersial diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang efisien, nyaman, dan mendukung aktivitas mobilitas masyarakat urban secara terpusat dan berkesinambungan.

Dalam lanskap pembangunan kota transit modern, keterhubungan antara stasiun dan pusat perbelanjaan atau perkantoran tidak hanya memberikan kemudahan mobilitas fisik bagi para komuter, tetapi juga menjadi katalisator bagi kebangkitan ekonomi di kawasan sekitar lintasan. PT MRT Jakarta (Perseroda) melihat adanya peluang besar untuk memperluas jaringan koneksi bawah tanah agar para pengguna transportasi publik dapat berpindah dari moda angkutan massal ke berbagai destinasi belanja, pusat kuliner, dan perkantoran tanpa harus keluar ke permukaan jalan raya. Penataan semacam ini diyakini dapat menciptakan alur perjalanan pejalan kaki yang lancar, aman dari cuaca, serta meningkatkan nilai kawasan secara menyeluruh.

Proyek Extended Concourse Stasiun Bundaran HI sebagai Proyek Percontohan

Untuk mewujudkan visi besar pengembangan kawasan transit komersial bawah tanah tersebut, Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI) ditetapkan sebagai titik tolak utama. Di stasiun ini, proyek perluasan concourse atau extended concourse dibangun dan disiapkan sebagai proyek pertama yang menjadi model rujukan bagi inisiatif serupa di berbagai stasiun lainnya. Kehadiran proyek di Stasiun Bundaran HI menjadi tonggak sejarah baru dalam tata kelola ruang bawah tanah di ibu kota karena menjadi integrasi fisik perdana yang menghubungkan stasiun MRT secara terstruktur dengan gedung-gedung komersial di kawasan pusat bisnis Sudirman-Thamrin.

Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), Ferdiansyah Roestam, menegaskan bahwa pengerjaan extended concourse di Stasiun Bundaran HI memegang peranan krusial sebagai fondasi pembelajaran teknis dan operasional. Keberhasilan pembangunan di titik sentral ini akan menjadi tolok ukur implementasi proyek-proyek konektivitas masa depan di koridor MRT Jakarta. Dengan menempatkan Bundaran HI sebagai proyek percontohan, pemangku kepentingan dapat memformulasikan model kerja sama terbaik, standar keamanan ruang bawah tanah, hingga mekanisme integrasi struktural yang harmonis antara pengelola fasilitas publik dan pemilik properti privat.

Fokus pengerjaan PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) bersama PT MRT Jakarta (Perseroda) saat ini tertuju penuh pada perampungan extended concourse Bundaran HI. Berdasarkan perencanaan teknis dan jadwal pembangunan yang telah ditetapkan, proyek extended concourse Bundaran HI ditargetkan rampung pada Mei 2027. Setelah seluruh tahap penyelesaian fisik dan uji fungsional kelayakan selesai dilakukan, fasilitas ruang bawah tanah ini ditargetkan untuk diresmikan secara formal pada Juni 2027 agar segera dapat melayani mobilitas masyarakat perkotaan.

Spesifikasi dan Penataan Ruang Komersial Bawah Tanah

Area extended concourse di Stasiun Bundaran HI dirancang dengan skala yang cukup luas guna menampung berbagai aktivitas transit dan bisnis komersial. Berdasarkan rencana pembangunannya, luas keseluruhan area extended concourse ini mencapai sekitar 4.439 meter persegi. Ruang bawah tanah yang luas ini dipersiapkan secara matang agar tidak sekadar berfungsi sebagai lorong penyeberangan semata, melainkan menjadi destinasi aktivitas ritel yang dinamis bagi para komuter dan warga kota yang beraktivitas di pusat Jakarta.

Di dalam area extended concourse seluas 4.439 meter persegi tersebut, PT Integrasi Transit Jakarta menyiapkan sebanyak 24 ruang multifungsi. Ruang-ruang multifungsi ini dialokasikan untuk memfasilitasi berbagai jenis kegiatan usaha yang relevan dengan kebutuhan penumpang transportasi publik sehari-hari. Penataan ruang dirancang sedemikian rupa agar mampu mengakomodasi kebutuhan komersial, gerai makanan dan minuman (food and beverage atau F&B), gerai gaya hidup (lifestyle), hingga penyediaan berbagai gerai layanan masyarakat.

Kehadiran 24 ruang multifungsi tersebut memungkinkan terwujudnya konsep one-stop mobility, di mana masyarakat yang menggunakan layanan MRT Jakarta dapat menikmati kemudahan berbelanja, menyantap hidangan, mencari kebutuhan gaya hidup, atau mengurus layanan harian di satu lorong terintegrasi sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat kerja atau kembali ke rumah. Konsep penataan ruang bawah tanah seperti ini mencerminkan adaptasi gaya hidup perkotaan masa kini yang mengedepankan efisiensi waktu, kemudahan aksesibilitas, dan integrasi fasilitas yang optimal.

Baca Juga

Pelindo Luncurkan Layanan Onshore Power Supply di Tanjung Priok, Dorong Transformasi Green Port

Pelindo Luncurkan Layanan Onshore Power Supply di Tanjung Priok, Dorong Transformasi Green Port

Integrasi Struktur Melalui Knock-Down Panel ke Plaza Indonesia dan Wisma Nusantara

Salah satu keunggulan teknis dari proyek extended concourse di Stasiun Bundaran HI adalah kemampuannya dalam menghubungkan stasiun transportasi massal dengan gedung-gedung swasta bertingkat tinggi di sekitarnya secara langsung di bawah tanah. Desain arsitektur dan struktur proyek ini dirancang secara khusus untuk terkoneksi langsung dengan area basement 1 Plaza Indonesia serta area basement Wisma Nusantara. Integrasi langsung ini memfasilitasi pergerakan pejalan kaki dari dalam stasiun menuju gedung komersial dan perkantoran tanpa hambatan jarak.

Penyambungan struktur fisik antara stasiun dan kedua gedung tersebut diterapkan melalui mekanisme rekayasa teknik knock-down panel. Penggunaan knock-down panel memungkinkan pembukaan dan penyatuan dinding struktural bawah tanah dilakukan secara terukur, presisi, serta aman bagi kestabilan struktur gedung yang sudah berdiri maupun konstruksi stasiun bawah tanah. Metode ini menjadi solusi struktural yang efektif dalam mengatasi kendala integrasi fisik antarbangunan yang memiliki kepemilikan dan spesifikasi teknis berbeda.

Dengan terhubungnya Stasiun Bundaran HI ke basement 1 Plaza Indonesia dan basement Wisma Nusantara, para pengunjung mal serta para pekerja kantoran di Wisma Nusantara dapat langsung mengakses peron MRT melalui jalur pejalan kaki bawah tanah yang nyaman. Konektivitas langsung antargedung ini diharapkan mampu mengurangi beban lalu lintas di permukaan jalan protokol Bundaran HI, menekan potensi penyeberangan jalan yang padat, serta meningkatkan daya tarik kedua gedung komersial tersebut sebagai tujuan bisnis dan perbelanjaan utama.

Tantangan Rekayasa Utilitas Bawah Tanah di Kawasan Protokol

Proses pengerjaan proyek ruang bawah tanah di koridor utama Jakarta bukanlah pekerjaan rekayasa yang mudah. Berdasarkan pengalaman nyata yang dihadapi selama pelaksanaan proyek extended concourse di Stasiun Bundaran HI, salah satu tantangan teknis paling signifikan yang dihadapi di lapangan adalah kondisi jaringan utilitas bawah tanah. Direktur Utama ITJ Ferdiansyah Roestam mengungkapkan bahwa pengerjaan di Bundaran HI memberikan pembelajaran penting bagi seluruh tim pengembang terkait realitas kondisi geoteknis dan infrastruktur perkotaan.

Tantangan utama tersebut muncul karena kondisi utilitas bawah tanah eksisting sering kali tidak sesuai dengan gambar teknis atau cetak biru (blueprints) yang ada sebelumnya. Berbagai jaringan instalasi yang tertanam di bawah tanah鈥攕eperti saluran pipa, kabel kelistrikan, hingga jaringan telekomunikasi yang telah tertanam selama bertahun-tahun鈥攕ering ditemukan berada pada posisi atau kedalaman yang berbeda dari catatan dokumentasi teknis masa lalu. Situasi ini menuntut kehati-hatian ekstra dalam setiap tahap penggalian dan pemasangan struktur baru guna menghindari gangguan pada layanan publik yang sedang beroperasi.

Pengalaman mengatasi ketidaksesuaian utilitas bawah tanah di Stasiun Bundaran HI ini kini dijadikan aset pengetahuan berharga dan pedoman operasional bagi tim proyek. Dengan mencatat dan mendokumentasikan setiap deviasi utilitas teknis tersebut, PT MRT Jakarta dan PT ITJ memperoleh wawasan mendalam yang akan diterapkan dalam perencanaan dan mitigasi risiko pada proyek-proyek konektivitas bawah tanah berikutnya di berbagai stasiun lain.

Dampak Integrasi Transit terhadap Okupansi Kawasan Ritel Komersial

Keterhubungan fisik yang baik antara simpul transportasi massal dan pusat perbelanjaan terbukti membawa pengaruh positif yang luar biasa terhadap kinerja operasional sektor ritel. Fenomena ini telah dibuktikan secara nyata pada integrasi yang terjadi di simpul transit lainnya di Jakarta, khususnya di kawasan Blok M. Keberhasilan integrasi fisik di kawasan tersebut menjadi bukti empiris yang memperkuat komitmen perluasan konektivitas MRT Jakarta dengan gedung-gedung komersial di sekitarnya.

Ferdiansyah Roestam memberikan contoh nyata terkait sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Blok M yang sebelumnya sempat menghadapi tantangan berat dan kesulitan dalam meningkatkan tingkat keterisian gerai. Namun, setelah pusat perbelanjaan tersebut terhubung secara langsung dengan stasiun MRT melalui jembatan layang pejalan kaki, terjadi pemulihan bisnis yang sangat signifikan. Tingkat okupansi gerai di mal tersebut dilaporkan melonjak drastis hingga menyentuh angka 99,9%.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Lonjakan tingkat keterisian hingga 99,9% di mal kawasan Blok M tersebut menegaskan bahwa kemudahan aksesibilitas fisik yang ditawarkan oleh transportasi massal memiliki korelasi langsung dengan tingkat kunjungan dan kelangsungan usaha ritel. Integrasi fasilitas transit menghadirkan arus pejalan kaki yang konsisten setiap hari, menghidupkan kembali ruang komersial yang sempat sepi, serta menciptakan ekosistem bisnis ritel yang sangat berkelanjutan bagi pengelola gedung maupun para penyewa ruang usaha.

Potensi Pengembangan Koridor Blok M hingga Senayan

Berangkat dari keberhasilan konektivitas di Blok M dan proyek percontohan di Bundaran HI, perhatian kini mulai diarahkan pada kawasan potensial lainnya di sepanjang jalur lintasan kereta bawah tanah Jakarta. Salah satu wilayah yang dinilai memiliki prospek strategis sangat tinggi untuk pengembangan konektivitas bawah tanah adalah koridor kawasan Blok M hingga Senayan. Kawasan ini dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, perkantoran, dan komersial yang memiliki intensitas mobilitas masyarakat yang sangat padat.

Kawasan Blok M hingga Senayan dipandang sebagai lokasi yang sangat berpotensi untuk dikembangkan konektivitas bawah tanahnya karena banyaknya pusat kegiatan publik dan sentra bisnis yang berdekatan dengan jalur MRT. Peluang integrasi bawah tanah di koridor ini dapat membuka akses langsung bagi para pengguna kereta menuju berbagai kompleks komersial penting tanpa perlu bergantung pada kendaraan pribadi di permukaan jalan yang padat.

Meskipun koridor Blok M hingga Senayan menyimpan potensi pengembangan yang sangat besar, hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai pembangunan jalur bawah tanah baru di kawasan tersebut. PT MRT Jakarta bersama pihak-pihak terkait masih terus membuka peluang dan mempelajari berbagai aspek teknis serta kelayakan sebelum menetapkan keputusan resmi mengenai realisasi jalur koneksi bawah tanah baru di koridor strategis ini.

Harapan Konektivitas Bawah Tanah di Jalan Asia Afrika dan Konsep Bangunan Multifungsi

Pengembangan konektivitas pejalan kaki bawah tanah di area Senayan juga mendapat perhatian dari pimpinan daerah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung beberapa waktu yang lalu telah menyampaikan harapannya agar integrasi ruang bawah tanah dapat terwujud di kawasan Jalan Asia Afrika. Gubernur Pramono Anung mengungkapkan harapan untuk melihat satu atau dua mal yang berada di Jalan Asia Afrika dapat tersambung secara langsung lewat jalur bawah tanah menuju akses transportasi massal.

Keinginan untuk menghubungkan mal-mal di Jalan Asia Afrika melalui jalur bawah tanah sejalan dengan arah kebijakan strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menata kawasan perkotaan yang modern dan ramah pejalan kaki. Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah aktif mendorong penerapan konsep bangunan multifungsi (mixed-use building). Konsep ini mengedepankan integrasi berbagai fungsi ruang kota dalam satu kawasan terpadu yang terhubung dengan simpul-simpul transportasi massal utama.

Penerapan konsep bangunan multifungsi yang didorong oleh Pemprov DKI Jakarta menggabungkan berbagai fungsi utama, seperti pusat perbelanjaan, kompleks perkantoran, hingga penyediaan area dan fasilitas olahraga. Kombinasi fungsi-fungsi ini dinilai sangat ideal bagi kawasan seperti Senayan dan Jalan Asia Afrika yang selama ini telah menjadi episentrum kegiatan olahraga dan pusat gaya hidup masyarakat ibu kota. Melalui sinergi antara pusat belanja, perkantoran, sarana olahraga, dan jaringan transportasi bawah tanah, mobilitas masyarakat di masa depan dapat berlangsung secara lebih efisien, terintegrasi, dan berorientasi pada keberlanjutan kota transit modern layaknya Tokyo.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

MRT Jakarta

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap